Berita Terbaru :
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Tolak Pendirian Tower, Ibu Rumah Tangga di Jombang Gelar Unjuk Rasa
Mataraman  Selasa, 12-11-2019 | 13:41 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Sejumlah ibu rumah tangga di Jombang, menggelar aksi di depan gedung wakil rakyat setempat. Mereka menuntut agar tower BTS (Base Tranceiver Station) salah satu perusahaan telekomunikasi yang sudah di segel segera dibongkar.

Pasalnya perijinan dan syarat administrasinya belum terpenuhi. Apalagi selama ini warga tidak pernah di libatkan dalam sosialisasi oleh pemilik tower.

Aksi unjukrasa para para ibu rumah tangga ini digelar di depan Gedung DPRD di Jalan Wahid Hasyim Jombang. Dengan membentangkan sejumlah poster, mereka menyuarakan penolakan berdirinya bangunan tower di Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung Jombang.

Aksi unjukrasa ini mendapatkan pengawalan ketat dari petugas kepolisian. Mereka hanya bisa berorasi di depan pintu gerbang tanpa ada satupun anggota wakil rakyat yang menemuinya. Bahkan sejumlah ibu rumah tangga ini mengajak serta balitanya dalam aksi tersebut. 

Sumijan, korlap aksi mengatakan, tower BTS milik salah satu perusahaan komunikasi ini sudah terpasang segel dari dari petugas Satpol PP.  

"Dalam segel tersebut tertulis pembangunan tower belum mendapatkan ijin karena persyaratannya belum terpenuhi. Kita menuntut  agar bangunan yang sudah berdiri dibongkar sampai ada ijin resmi dari dinas terkait," kata Sumijan.

Masa aksi ini membubarkan diri meskipun tidak ada perwakilan anggota dewan yang menemuinya. Mereka menuntut agar permintaan warga bisa direspon karena tower tersebut dianggap meresahkan warga. (yos)

Berita Terkait

Rusak Sumber Air, Warga Minta Tambak Udang Ilegal Ditutup

Puluhan Warga Demo Kanwil Ditjen Bea Cukai Jatim di Juanda

Protes Pernyataan Kepala Kabadan PNP2 PMI, Puluhan PJTKI Aksi Bakar Poster

Warga Sidoarjo Menolak Huniannya Dijadikan Akses Masuk Perumahan Baru
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  8 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  7 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  6 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  5 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber