Berita Terbaru :
Razia Kos, Petugas Amankan 3 Pasangan Bukan Suami Istri, Salah Satunya Seorang Pegawai Negeri
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Kantor DPPKAD Ponorogo
Terekam CCTV, Kawanan Pengamen Gondol Motor di Minimarket
1 Pegawai Meninggal dan 12 Positif, Kantor Pajak Ponorogo Di-Lock Down
Jelang Pemungutan Suara, Pemprov Jatim Gelar Rakor Kesiapan Pilkada 9
Diduga Belum Berizin, Proyek Diamond Village Juanda Disoal Warga
Sisir 18 Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjut Atas Kasus Penelantaran Bayi
Kasus Covid 19 Ponorogo Meningkat Signifikan
Tertimpa Dahan Pohon, Pengendara Motor Kritis
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Balita Korban Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal
Humas Pemkot Sanggah Walikota Malang Terpapar Covid-19
Banjir Bandang Surut Warga Bersih-Bersih
Jalur Pantura dan Rumah Warga Terendam Banjir Bandang
   

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Mataraman  Rabu, 24-06-2015 | 21:02 wib
Reporter : M. Ramzi
Air Sungai Gandong yang tampak keruh dan berbusa tercemar limbah pabrik kulit. foto: ramzi
pojokpitu.com, Masyarakat Magetan, yang tinggal dekat aliran sungai Gandong, tidak bisa menikmati air bersih yang mengalir. Pasalnya, dalam beberapa hari terahir ini, air sungai tersebut tercemar limbah pabrik pengolahan kulit. Kondisi air menjadi keruh, berbusa dan menimbulkan bau tidak sedap.

Beginilah kondisi air di sungai Gandong Magetan dalam beberapa hari terahir ini. Air menjadi keruh,dan berbusa. Selain itu, air juga menimbulkan bau yang tidak sedap. Kondisi ini disebabkan karena, air sudah tercemar limbah pabrik pengolahan kulit, yang tempatnya tidak jauh dari lokasi kali Gandong.

Diduga, instalasi pengelolaan air limbah, (IPAL) tidak maksimal, sehingga masih ada limbah yang  bocor, dan mengalir ke kali Gandong. Kondisi ini, sangat disayangkan semua pihak. termasuk badan lingkungan hidup (BLH) Magetan, yang sudah berkali-kali melayangkan teguran secara tertulis terhadap pabrik tersebut.

Menurut kepala BLH Magetan, Bambang Setiawan, seharusnya, air sungai Gandong tetap bersih seperti semula. Karena selain digunakan warga, air tersebut juga dimanfaatkan pabrik gula di Magetan.

Sesuai undang-undang nomer 32 tahun 2009,tentang pengelolaan lingkungan hidup, pihak yang menyebabkan pencemaran air bisa dikenakan sanksi, mulai sanksi administratif, hingga pencabutan izin lingkungan.

Sebelumnya, pencemaran lingkungan termasuk di pencemaran air kali Gandong, mendapat kritik pedas dari kalangan seniman muda Magetan. Mereka memasang topeng raksasa, dengan menggunakan masker di seputar jembatan kali Gandong. Namun kritikan ini tidak mempunyai efek yang positif. Pencemaran lingkungan, termasuk air masih menjadi sebuah kebiasaaan dan  tidak dianggap ancaman. (tur)





Berita Terkait

Viral Sungai Terdampak Limbah Parbik, Seperti Salju Turun Dari Langit

Air Sungai Bungkuk Tercemar Pencucian Pasir

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Berita Terpopuler
Satu Keluarga Terseret Air, Satu Bayi Belum Ditemukan
Peristiwa  7 jam

Banjir Bandang Genangi Jalan Propinsi Pengendara Nekat Terobos Arus Banjir
Peristiwa  7 jam

Laskar Sakera dan DPAC Barisan Kader Gus Dur Bantur Siap Amankan Pilkada dan Duk...selanjutnya
Politik  12 jam

Gunung Semeru Terus Keluarkan Guguran Lava
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Tebing Dipadat Pemukiman Longsor, Rumah Warga Nyaris Ambruk
Pojok Pitu

Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Tergenang Banjir
Jatim Awan

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber