Berita Terbaru :
78 Kg Sabu-Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi, Koplo dan Happy Five Dimusnahkan
Usai Apel Pagi PNS Dilingkungan Pemkab Gresik Rebutan Buah-Buahan
64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Pemilik Tambang Tewas Tertimbun Longsoran
69 Kelurahan Di Surabaya Nol Kasus Covid 19
Perempuan MKGR Target 10 Ribu Untuk Kemenangan Mahfud Arifin
Belajar 12 Tahun Menjadi Prioritas Utama Paslon Er-Ji
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
   

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Mataraman  Rabu, 24-06-2015 | 21:02 wib
Reporter : M. Ramzi
Air Sungai Gandong yang tampak keruh dan berbusa tercemar limbah pabrik kulit. foto: ramzi
pojokpitu.com, Masyarakat Magetan, yang tinggal dekat aliran sungai Gandong, tidak bisa menikmati air bersih yang mengalir. Pasalnya, dalam beberapa hari terahir ini, air sungai tersebut tercemar limbah pabrik pengolahan kulit. Kondisi air menjadi keruh, berbusa dan menimbulkan bau tidak sedap.

Beginilah kondisi air di sungai Gandong Magetan dalam beberapa hari terahir ini. Air menjadi keruh,dan berbusa. Selain itu, air juga menimbulkan bau yang tidak sedap. Kondisi ini disebabkan karena, air sudah tercemar limbah pabrik pengolahan kulit, yang tempatnya tidak jauh dari lokasi kali Gandong.

Diduga, instalasi pengelolaan air limbah, (IPAL) tidak maksimal, sehingga masih ada limbah yang  bocor, dan mengalir ke kali Gandong. Kondisi ini, sangat disayangkan semua pihak. termasuk badan lingkungan hidup (BLH) Magetan, yang sudah berkali-kali melayangkan teguran secara tertulis terhadap pabrik tersebut.

Menurut kepala BLH Magetan, Bambang Setiawan, seharusnya, air sungai Gandong tetap bersih seperti semula. Karena selain digunakan warga, air tersebut juga dimanfaatkan pabrik gula di Magetan.

Sesuai undang-undang nomer 32 tahun 2009,tentang pengelolaan lingkungan hidup, pihak yang menyebabkan pencemaran air bisa dikenakan sanksi, mulai sanksi administratif, hingga pencabutan izin lingkungan.

Sebelumnya, pencemaran lingkungan termasuk di pencemaran air kali Gandong, mendapat kritik pedas dari kalangan seniman muda Magetan. Mereka memasang topeng raksasa, dengan menggunakan masker di seputar jembatan kali Gandong. Namun kritikan ini tidak mempunyai efek yang positif. Pencemaran lingkungan, termasuk air masih menjadi sebuah kebiasaaan dan  tidak dianggap ancaman. (tur)





Berita Terkait

Viral Sungai Terdampak Limbah Parbik, Seperti Salju Turun Dari Langit

Air Sungai Bungkuk Tercemar Pencucian Pasir

Air Sungai Gandong Tercemar Limbah Kulit
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  13 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  11 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  6 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber