Berita Terbaru :
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Kasus Kematian Covid-19 Lampaui Persentase Global
Butuh 30 Hari MA Putuskan Bupati Jember
Timnas Belum Latihan, PSSI Berdalih Jumlah Peserta Swab Test Banyak
Protes Fasum, Warga Elit dan Satpam Perumahan Nyaris Ricuh
Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Ratusan Seniman Mengelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Balaikota Surabaya
Begini Kronologis Warga Ponorogo Terkena OTT Kejaksaan
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
   

Pasutri Lakukan Penipuan Dengan Modus Siap Mendatangkan Uang Hibah Rp 11 milyar
Metropolis  Selasa, 12-11-2019 | 02:10 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Di Sidoarjo sepasang suami istri nekat melakukan penipuan puluhan juta, dengan modus bisa mendatangkan uang hibah Rp 11 milyar secara ghaib dan bisa menggandakan uang.

Ironisnya, sejumlah korbanya adalah rekan dan sahabat tersangka yang telah dikenal lama. Sang suami berhasil ditangkap, sementara istrinya masih dalam pengejaran polisi.

Aksi tipu-tipu Zainul Arifin (51) warga Sukodono, Sidoarjo akhirnya harus berakhir di sel tahanan polisi. Tersangka yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini nekat bersama istrinya melakukan aksi penipuan, dengan modus bisa mendatangkan uang hibah senilai Rp 11 milyard secara ghaib dan bisa menggandakan uang.

Ironisnya dalam melakukan aksi penipuan ini, tersangka menyasar sejumlah rekan dan sahabatnya sendiri yang dikenal sudah lama.
AKP Inggal, Kapolsek Sedati, mengatakan, dalam melakukan aksinya, setelah diberi uang oleh korban, tersangka ini memberikan uang hibah yang dimasukkan dalam tas koper yang diberikan ke korban. 

"Tersangka melarang korban untuk membuka tas selama 3 bulan, dengan alasan tersendiri. Namun setelah jatuh tempo yang ditentukan, korban membuka tas dan ternyata hanya berisi sejumlah kardus dan kertas belaka," kata AKP Inggal. 

Korban yang tidak terima, langsung melapor ke polisi, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penangkapan tersangka.
Tersangka berhasil ditangkap disebuah rumah di kawasan Perumahan Pepe Sedati-Sidoarjo, sementara istrinya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran polisi. 

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan polisi, diantaranya sejumlah kertas bukti transfer korban, dan tas berisi kardus dan kertas milik tersangka yang diberikan ke korban.

Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, saat ini tersangka diamankan di sel tahanan Polsek Sedati Sidoarjo. Sementara istri tersangka yang menjadi DPO, dalam proses pengejaran polisi. (yos)

Berita Terkait

Bayar Palawija Ratusan Juta Dengan Cek Kosong, Pasutri Siri Ini Mendekam di Sel Tahanan

Tiga Pria Pengangguran Tipu Pemuda Berkebutuhan Khusus

Sidang Kasus Penipuan Biro Umroh, Tiga Saksi Dimintai Keterangan

Korban Penipuan Investasi Trading Lapor Ke Polisi
Berita Terpopuler
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Covid-19  4 jam

Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Peristiwa  4 jam

Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Malang Raya  3 jam

Protes Fasum, Warga Elit dan Satpam Perumahan Nyaris Ricuh
Metropolis  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber