Berita Terbaru :
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
JTV Mendapatkan Penghargaan dari KPID
Tukang Sopir Dealer Meninggal Secara Mendadak Di Kamar Mandi
Lagi, Ponorogo Tambah 11 Kasus Covid 19
Makin Banyak Peserta UTBK Reaktif
Nasib Kader Pemantau Pasien Covid-19 Belum Terima Intensif 4 Bulan
Dituduh Hina Pengusaha, Bupati Lumajang Diperiksa Cyber Crime Polda Jatim
Kokohkan Ekonomi di Pandemi Covid, TNI, Polri Bangun Program Ketahanan Pangan
Satlantas Polresta Mojokerto Amankan Ratusan Motor Sport Dan Musnahkan Knalpot Brong
Penyaluran BLT DD Tunggu Bansos Pangan Kemensos Berakhir
Geram Dengan Ulah Nitizen, Idi Laporkan 5 Akun Media Sosial
   

Pahlawan Sampah, Bebaskan Kampung Nelayan Kumuh Dari Sampah
Sosok  Senin, 11-11-2019 | 21:05 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Seorang ketua RT di Kabupaten Tuban, dijadikan pahlawan sampah oleh warganya. Pasalnya, ia berhasil menjadikan kampung nelayan kumuh dan berbau, menjadi kampung warna-warni dan bersih. Selain itu, ia juga berhasil memotori warga mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, untuk membangun tanggul penahan ombak laut.

Kondisi kampung nelayan di warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Kampung yang dulunya kumuh dan berbau kini, nampak asri dan cantik. 

Disetiap sudut kampung, kita akan menemui lukisan-lukisan cantik di tembok-tembok rumah dan lingkungan yang bersih. Hal ini tak lepas dari perjuangan Joko Naratno Widodo, Ketua RT setempat.

Awalnya kampung ini dipenuhi sampah, sampah menumpuk di sungai mangunjoyo, yang berada di timur kampung ini, akibat terbawa arus sungai. Joko Naranto Widodo kemudian mengomandoi warga untuk membersihkan sampah secara rutin seminggu sekali. Sampah-sampah yang memenuhi muara sungai ini kemudian diangkat dan dikelola oleh masyarakat.

Kegiatan ini dimotori oleh Widodo sejak tahun 2014 lalu, awalnya ia dianggap tidak waras lantaran sampah sudah menggunung di sungai, dan sampah tersebut dianggap warga tidak dapat dibersihkan lantaran menumpuk dan sudh menahun. Namun, bapak dua anak itu tidak patah semangat.

Akhirnya, di akhir tahun 2015, Widodo mendapat bantuan bangunan MCK umum agar warganya tidak buang air besar dilaut. Mulai dari itu, warga mulai terketuk hatinya untuk ikut aksi bersih sampah di sungai dan laut, hingga saat ini kegiatan tersebut menjadi program mingguan warga.

Tak hanya itu, ketua RT bersama warga juga membuat lokasi intalasi pengolahan air limbah, untuk menampung seluruh limbah cair warganya. Sehingga kampung yang asalnya kumuh dan berbau kini tidak lagi, serta menjadi kampung pertama yang memiliki ipal.

Kini warga kampung tersebut turut menjalankan seluruh program yang digagas oleh pak RT Widodo itu, untuk menciptakan kampungnya bebas pencemaran sampah. Warga juga mendirikan bank sampah yang kelola ibu-ibu istri nelayan.
  
Tak hanya mengelola bank sampah, warga kini juga mengelola sampah plastik menjadi ecobrick. Ecobrick ini adalah botol bekas berisi sampah-sampah plastik, yang dimanfaatkan warga menjadi pengganti batubata untuk membangun tanggul penahan ombak.

"Dengan ecobrik ini sampah plastik akan terkurangi hingga ribuan ton dan secara bertahap kampung ini dapat bebas dari sampah. Tak hanya itu, kini warga mencairkan sampah plastik menjadi paving, yang nantinya akan digunakan untuk membangun jalan," kata Joko Nuratno Widodo.

Meski dinilai cukup berhasil, Widodo bersama warga kini terus belajar bagaimana membuat inovasi kampung dengan memanfaatkan sampah. 

Hal ini dilakukan untuk membebaskan kampung mereka dari sampah. Selain itu, juga untuk menginspirasi kampung lain agar dapat mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. (yos)

Berita Terkait

Kirab Merah Putih Untuk Pahlawan Banser Riyanto

Kenang Pahlawan, Puluhan Remaja Gelar Drama Gerbong Maut

Hari Pahlawan, Begini kegiatan Para PAUD Surabaya

Peringati Peristiwa Gerbong Maut 23 November, Ratusan Anak TK Ikuti Lomba Mewarnai Monumen
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  6 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  6 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  6 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  6 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber