Berita Terbaru :
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
   

Masuk Sekolah, Murid SDN Gentong Ditampung di Halaman Madrasah
Pendidikan  Senin, 11-11-2019 | 12:05 wib
Reporter : Abdul Majid
Ratusan murid SDN Gentong 1 Kelurahan Gentong masuk sekolah setelah diliburkan karena sekolah ambruk. Foto Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Pasca ambruknya 4 ruang atap SDN Gentong, di Kota Pasuruan, ratusan murid sudah kembali beraktivitas masuk sekolah. Mereka tidak menempati kelas semula, namun ditampung di halaman madrasah.

Mereka mengikuti proses belajar mengajar di halaman, madrasah, yang berada di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Saat hendak masuk sekolah, mereka mendapat beberapa hiburan oleh pendamping phisikologis. Agar para siswa merasa nyaman dan tidak merasakan trauma.

Plt Kepala Diknas Kota Pasuruan Siti Zuniati mengatakan, siswa yang masuk di tempat baru terdiri dari kelas 1 hingga kelas 6.  Pihak sekolah belum memulai kegiatan belajar mengajar. Karena kondisi mental siswa masih belum stabil, diisi dengan bernyanyi, mendongeng, game.

"Kegiatan belajar mengajar normal akan dilakukan selama seminggu ke depan, menunggu mental siswa benar-benar pulih dan siap untuk memulai proses pembelajaran," kata Siti Zuniati

Khusus kelas 2A dan B serta 5A dan B, proses belajar mengajar dipindahkan ke ruang Madarasah Ibtidiyah di masjid setempat. Dengan cara bergantian masuk pagi dan siang.

Sebelumnya, 4 atap SDN Gentong ambruk menewaskan 1 murid dan 1 guru, dan membuat belasan murid terluka. Akibat kejadian itu, aktivitas proses belajar diliburkan untuk memulihkan kondisi trauma siswa. (pul/vd:yan)

Berita Terkait

Lapuk Dan Tahah Gerak, Bangunan SDN Ambruk

Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla

Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Ambruk Segera Dibangun

Dua Tersangka Penyebab SDN Samaran Ambruk Ditangkap Polisi
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  15 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  14 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  13 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber