Berita Terbaru :
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
   

Warga Ngepung Hentikan Paksa Proyek Pavingisasi, Begini Alasannya
Mataraman  Minggu, 10-11-2019 | 17:26 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Warga memblokadie jalan dengan menanam pohon pisang dan membuang serta menghancurkan paving. Pembangunan paving jalan dihentikan karena kwalitas sangat buruk, serta upah pekerja yang tak sesuai. Foto Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Puluhan warga Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Nganjuk Minggu (10/11) pagi menghentikan paksa proyek pavingisasi di desanya.

Warga sejak pagi mendatangi lokasi proyek pavingisasi yang ada di desanya. Mereka menghentikan paksa pembangunan paving, karena kwalitas sangat buruk. Serta upah pekerja yang seharusnya dibayar 30 persen dari nilai pagu proyek, namun hanya diberikan 20 persen saja.

Warga menghentikan pembangunan dengan cara memasang pohon pisang di jalan, dan membuang serta menghancurkan sejumlah paving yang kwalitasnya buruk. Hal itu dilakukan agar pemeritah desa bisa melihat langsung kwalitas paving yang tak layak pakai.

Menurut Marto ketua rukun setempat, pembangunan paving di Gang Veteran menelan biaya Rp 150 juta. Dibangun dari anggaran dana desa, dengan sistem sewa kelola. "Seharusnya warga yang membangun diberi upah 30 persen dari pagu proyek, namun hingga pekerjaan sudah 90 persen, pihak panitia proyek atau aparat desa tak mau memberikan kekurangannya," kata Marto.

Sementara itu menurut salah satu panitia proyek desa, Wito, tahun ini ada dua titik proyek pembangunan pavingisasi jalan. Yaitu di Gang Veteran dan Gang Mayang. Khusus di Gang Veteran pekerjaan sudah mencapai 90 persen,sementara di Gang Mayang dengan total anggaran sebesar Rp 62 juta belum dikerjakan sama sekali. "kami sudah mengusulkan kepada kepala desa agar segera membayar kekuragan biaya pekerja, namun hingga saat ini tidak mau membayar sisanya," tambah Wito.

Panitia proyek Desa Ngepung dan warga akan terus menghentikan proyek. Warga berharap kepala desa bisa bekerja sesuai dengan aturan dan harapan masyrakatnya. (pul/vd:yan)

Berita Terkait

Rusak Sumber Air, Warga Minta Tambak Udang Ilegal Ditutup

Puluhan Warga Demo Kanwil Ditjen Bea Cukai Jatim di Juanda

Protes Pernyataan Kepala Kabadan PNP2 PMI, Puluhan PJTKI Aksi Bakar Poster

Warga Sidoarjo Menolak Huniannya Dijadikan Akses Masuk Perumahan Baru
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  15 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  14 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  13 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber