Berita Terbaru :
Ratusan Seniman Mengelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Balaikota Surabaya
Begini Kronologis Warga Ponorogo Terkena OTT Kejaksaan
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Bunga Monstera Diburu Penggemar Tanaman Hias
Tak Ingin Lagi Didiskriminasi, Sopir Angkot Hingga Guru SMP Swasta Dukung Machfud Arifin Walikota
SKB CPNS Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang
Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test Gratis
Bantu Siswa Belajar Daring, Kelurahan Siapkan Wifi Gratis
Angka Pelangar Lalu Lintas di Sumenep Meningkat, Salah Satunya Pengendara di Bawah Umur
Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
   

Kemenhub Terus Monitor Operasional Sriwijaya Air Group
Ekonomi Dan Bisnis  Minggu, 10-11-2019 | 04:16 wib
Reporter :
Sriwijaya Air. Foto dok pojokpitu.com
Jakarta pojokpitu.com, Kementerian Perhubungan memastikan terpenuhinya keselamatan penerbangan pesawat Sriwijaya Air dan Nam Air yang dioperasionalkan Sriwijaya Group di sejumlah rute. Saat ini Sriwijaya Group masih mengoperasikan sebanyak 11 unit pesawat udara dari 30 unit pesawat udara yang dimiliki, selebihnya tidak dioperasikan karena dalam masa periode perawatan, baik di GMF maupun perawatan Aircraft On Ground atau (AOG).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menyampaikan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap pesawat Sriwijaya Group yang masih beroperasi di sejumlah rute.

"Saya telah menginstruksikan kepada Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian pesawat Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara untuk melaksanakan kegiatan pengawasan dan monitoring terhadap pemenuhan aspek keselamatan dan pelayanan penumpang PT. Sriwijaya Group," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Sriwijaya Group wajib memastikan pemenuhan atas hak-hak penumpang yang diakibatkan tidak beroperasinya pesawat Sriwijaya Group sesuai Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015 Tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Di mana sesuai dengan ketentuan bahwa penumpang dapat melakukan proses penjadwalan ulang kembali penerbangan, pengembalian biaya tiket (refund) serta apabila terjadi keterlambatan penerbangan juga ditangani sesuai dengan ketentuan delay management yang telah diatur sesuai ketentuan Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015, Tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

"Ditjen Hubud memastikan terpenuhi keselamatan, keamanan dan kenyamanan calon pengguna jasa Sriwijaya Air dan Nam Air. Dan Ditjen Hubud akan memastikan bahwa hak - hak calon penumpang yang batal terbang maka akan dipenuhi oleh pihak Sriwijaya Group sesuai aturan yang berlaku," tandas Polana.(chi/jpnn/pul)


Berita Terkait

Kemenhub Terus Monitor Operasional Sriwijaya Air Group

Penerbangan Sriwijaya Air di Bandara Jaunda Belum Normal

Jamu Sriwijaya FC Persegres Terusir Dari Kandangnya

Kalahkan Sriwijaya FC,Persela Beri Kado Istimewa Choirul Huda
Berita Terpopuler
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  11 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  10 jam

Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Pilkada  8 jam

Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber