Berita Terbaru :
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
   

Gelapkan Belasan Juta Rupiah, Staff Audit Dipenjarakan
Metropolis  Sabtu, 09-11-2019 | 17:31 wib
Reporter : Yusmana Wndarto
Surabaya pojokpitu.com, Beralasan karena gaji kurang, seorang staff audit sebuah perusahaan distriburtor alat pemadam kebakaran nekat menggelapkan uang penjualan hingga belasan juta rupiah. Tersangka mengaku berulah, karena gaji Rp 3 juta yang diterima per bulan ini tak cukup untuk menghidupi keluarganya.

Elya Dwi Awang Prakoso, staff audit sebuah perusahaan ditributor alat pemadam kebakaran di Surabaya, kini meringkuk di sel tahanan Polsek Wonokromo. 

Warga Jalan Banyu Urip berusia 25 tahun ini, ditangkap setelah dilaporkan perusahaan tempatnya bekerja terkait kasus penggelapan uang.
 
Tersangka ditangkap karena tak menyetorkan satu dari 7 bendel berkas rekening koran, ke perusahaan. Sedangkan satu bendel berkas rekening koran lain, telah ditransferkan ke rekening pribadinya sebesar Rp 14 juta.
 
Akibatnya, pihak perusaan yang mengalami kerugian akhirnya melaporkan perkara itu ke polsek wonokromo, terkait penggelapan uang penjualan. tersangka mengaku nekat menggelapkan uang setoran untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
 
Ipda Arie Pranoto, Kanitreskrim Polsek Wonokromo, mengatakan, tersangka juga mengaku bahwa gaji sebesarRp 3 juta yang diterimanya tiap bulan ini, tak cukup untuk hidup sehari-hari. "Dengan alasan itu, tersangka dinyatakan bersalah dan ditahan, dengan barang bukti enam bendel berkas rekening koran," jelas Ipda Arie Pranoto. 
 
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 374  subsider pasal 372 kuhp, tentang penggelapa dalam jabatan, dengan diancam hukuman lima tahun penjara. (yos)
 


Berita Terkait

Kejar-Kejaran Dengan Polisi, Sepasang Kekasih Ditangkap Karena Gelapkan Mobil

Juru Tagih Koperasi Gelapkan Uang Tagihan

Warga Protes Dugaan Penggelapan Uang Iuran Makam

Klarifikasi Laudya Cynthia Bella Soal Dugaan Kasus Penggelapan Dana Rp 1.9 Miliar
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  6 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  16 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  19 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber