Berita Terbaru :
Festival Inovasi Disrupto Kembali Digelar Secara Virtual
Tabung Haji Umroh Siap Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19, Begini Strateginya
Penyebaran Covid-19 di Desa Wage Diredam Dengan Tracing Lingkungan
Air Bengawan Solo Berwarna Merah Kehitaman, Diduga Tercemar Dari Hulu
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Di Tengah Pandemi Covid 19, Ekspor Hasil Perikanan Ditarget Meningkat
Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Gandeng Kampus, KPU Kota Blitar Bentuk Sekolah Demokrasi
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Tepi Pantai Tuban
DKPP Pecat Angota KPU Surabaya Kholid Asyadulloh
Bupati Lumajang Kembali Cekcok Dengan Pengawas PT Luis
Dasar Bejat ! Kakek 68 Tahun di Blitar Cabuli Balita 4 Tahun
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
   

Walikota Kecewa Kirab Gunungan Jaler Estri Tak Ramai Pengunjung
Mataraman  Sabtu, 09-11-2019 | 17:00 wib
Reporter : Kriswanto
Madiun pojokpitu.com, Pelaksanaan kirab gunungan jaler estri dalam rangka grebeg maulud 1441 Hijriyah sepi pengunjung, hal ini membuat walikota madiun sedikit kecewa. Bahkan start kirab tumpengan tak sesuai dengan informasi yang disebar luaskan.

Kirab gunungan jaler-estri di Alun-Alun Kota Madiun Seakan tak dimintati warga lain. Pasalnya, warga yang hadir melihat kegiatan dalam rangka grebeg maulud ini nampak sepi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Selain itu, pemberangkatan kirab gunungan jaler estri ini juga tidak dari masjid kuncen, namun dari masjid kuno taman.Hhal itu tidak sesuai dengan publikasi dari Pemkot Madiun yang beredar di masyarakat.

Walikota Madiun, Maidi tidak bisa menutupi kekecewaannya. Pasalnya, kegiatan yang sudah ada tiap tahun justru mengalami penurunan minat dari masyarakat. "Untuk itu, kita akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan grebeg maulud ini," ujar Maidi.

Walikota tidak ingin kegiatan grebeg maulud nabi yang menelan biaya lebih dari Rp 400 juta tidak dinikmati masyarakat. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Madiun sebagai OPD terkait harus bisa kreatif dan inovatif. (yos)




Berita Terkait

Grebeg Gunungan Tutupan Maulid, Dipercaya Datangkan Keberkahan

Tradisi Berebut Ikan Saat Maulid Nabi di Sidoarjo

Puluhan Anak Punk dan Anak Jalanan Insyaf Ikut Kegiatan Belajar Ngaji

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Berebut Pakaian di Atas Pohon Keres
Berita Terpopuler
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  3 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  3 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  2 jam

Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  2 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber