Berita Terbaru :
Kedapatan Akan Mudik, Satu Keluarga Asal Sidoarjo Diminta Putar Balik
Penjual Mercon Renteng Diamankan Saat Antar Barang
Tanpa Surat Sehat, Anies Pastikan Masyarakat Tidak Bisa Masuk Jakarta
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Kapolda Jatim Sebut, Kontruksi 4 Ruangan SDN Gentong Ngawur
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 09-11-2019 | 16:28 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, menyebut bangunan atap empat kelas SDN Gentong yang ambruk itu gagal kontruksi dan ngawur. Hal tersebut berdasarkan hasil penyelidikan tim labfor, bahwa bangunan empat ruangan sdn gentong kota pasuruan tersebut tidak layak.

Setelah melakukan penyelidikan, Tim Labfor Polda Jatim menemukan fakta baru yakni terkait kontruksi bangunan SDN Gentong Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, menyebut, bangunan atap empat kelas sdn gentong yang ambruk itu gagal kontruksi dan ngawur.

Selain itu, hasil dari penyelidikan tim labfor menyatakan bahwa bangunan tersebut tinggal tunggu ambruknya. 

Tak hanya itu, polisi juga menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menyebutkan bahwa bangunan yang menewaskan dua orang itu sudah tidak sesuai dengan spesifikasi. Ada indikasi korupsi dalam pembangunan yang dilaksanakan 2012.

Meski begitu, pihaknya masih mendalami lagi. "Namun jika itu terbukti, berarti ada dua kasus yakni kelalaian dalam pembangunan yang membuat orang meninggal dunia dan penyimpangan atau korupsi," kata Kapolda Jatim.

Seperti diketahui sebelumnya, ada dua tersangka dalam kasus ini, yakni D dan S. Keduanya dari pihak swasta atau kontraktor yang membangun bangunan ini di tahun anggaran 2012.

Keduanya tesangka diamankan di kediri dan kini sudah ditahan di Polda Jatim. Selain itu, ada dua bendera yang digunakan untuk membangun proyek ini yakni ADL dan DHL. (yos) 



Berita Terkait

Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla

Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Ambruk Segera Dibangun

Dua Tersangka Penyebab SDN Samaran Ambruk Ditangkap Polisi

Ruang Kelas di SDN ini Rusak Membahayakan Siswa
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  12 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  7 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  10 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  11 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber