Berita Terbaru :
PSSI Pastikan Persiapan Timnas U-16 dan U-19 Jalan Terus
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Keliling Dengan Sepeda Angin
Jatim Beri Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19 Masuk SMA/SMK Negeri
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
   

98 Siswa SDN Gentong I Menjalani Trauma Healing
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 09-11-2019 | 14:26 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Lima hari pasca atap gedung sekolah ambruk, puluhan siswa SDN Gentong I Kota Pasuruan, mendapatkan trauma healing dari Dinas Pendidikan setempat. Bahkan salah seorang siswa terpaksa digendong ibunya karena saat masuk sekolah takut dan menutup matanya, bimbingan konseling dilakukan untuk menghilangkan trauma korban dan mengembalikan kembali semangat belajar korban.

Satu persatu, siswa SDN Gentong I Kota Pasuruan, kembali ke sekolah untuk menjalani bimbingan konseling. Trauma healing diberikan oleh dinas pendidikan setempat di halaman sekolah.

Meski sudah lima hari berlalu namun sejumlah siswa masih ketakutan, bahkan salah seorang siswa digendong ibunya, sambil menutup mata setibanya di sekolah. Orang tua dan guru menemani oara korban selama mereka mengikuti trauma healing dibawah tenda.
Sedikitnya ada 98 siswa SDN Gentong I yang menjalani trauma healing. Mereka merupakan siswa kelas dua dan kelas lima, yang mendiami empat ruang kelas ambruk.

Kepala Bidang Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Amin Jakfar, mengatakan, trauma healing dilakukan untuk menghilang rasa trauma siswa musibah runtuhnya atap kelas mereka. "Selain itu, trauma ini bermaksud untuk mengembalikan semangat siswa dan keceriaan mereka seperti sebelumnya," kata Amin Jakfar.

Seperti diketahui, atap 4 ruang kelas SDN Gentong 1 ambruk pada Selasa pagi atap ambruk saat proses belajar mengajar berlangsung. Akibatnya, satu siswa dan seorang guru meninggal, serta 11 orang siswa dirawat di rumah sakit pasca mengalami luka serius. (yos)



Berita Terkait

Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla

Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Ambruk Segera Dibangun

Dua Tersangka Penyebab SDN Samaran Ambruk Ditangkap Polisi

Ruang Kelas di SDN ini Rusak Membahayakan Siswa
Berita Terpopuler
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  8 jam

Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Teknologi  5 jam

Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Metropolis  6 jam

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Kelilin...selanjutnya
Life Style  1 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber