Berita Terbaru :
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
ASN Lingkungan Pemkab Jember Rapid Test Massal
   

Tim Gabungan Temukan Banyak Jalan Berlubang
Sorot  Jum'at, 08-11-2019 | 18:06 wib
Reporter : Zulkifli Zakaria
Lamongan pojokpitu.com, Cukup lamanya pengecoran jalur poros pantura Lamognan Babat itu membuat tingginya angka laka di kaawsan jalur poros tersebut. Jumat (8/11) siang tim gabungan melakukan sidak pengecoran jalan di jalur poros Pantura.

Alasan tim gabungan sidak, hingga saat ini jalur poros Pantura Lamongan Babat belum selesai pembangunan. Sehingga  tim gabungan terdiri dari Sat Lantas Polres dan Dishub Lamongan perlu melihat kegiatan pengecoran.

Tim gabungan menemukan beberapa lubang di jalan cor tersebut yang terlihat memang sudah mulai rusak.Meskipun belum digunakan untuk jalan umum.Bahkan bahu jalan yang ada di sepanjang jalan 8 kilometer juga terlihat tidak ada pemadatan. Hal itu membuat bahu jalan ambles. Apalagi saat menjelang musim hujan.

Menurut Rizal pengawas lapangan proyek pengecoran jalan, direncanakan awal Desember proyek pengecoran jalan poros Pantura akan selesai. Terkiat dengan banyak lubang belum di cor, untuk antisipasi jalur alternatif.

Sementara itu menurut Ipda Fatkur, Kanit Dikyasa, sidak masih menemukan banyak lubang di tengah cor belum selesai. Bahkan hal ini bisa menyebabkan kecelakaan.

Bahkan sejak pengecoran jalur poros Pantura Lamongan Babat, jumlah angka kecelakaan dengan korban meninggal dunia cukup banyak. "Total dua belas nyawa melayang, dan 46 korban mengalami luka berat," kata Ipda Fatkur. (pul)

Berita Terkait

Tim Gabungan Temukan Banyak Jalan Berlubang

Banyak Memakan Korban, Warga Tambal Jalan Berlubang Secara Swadaya

Waspadai Jalan Berlubang di Jalur Lintas Kabupaten Kota Jombang

Antisipasi Kecelakaan Dengan Mengecat Jalan Berlubang
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  14 jam

Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Covid-19  3 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  11 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber