Berita Terbaru :
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Petugas PMK Menyelamatkan Kucing Terjebak di Pipa Paralon Saluran Air
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
   

Panitia Pilkades Dinilai Ciderai Tatib
Pilkada  Jum'at, 08-11-2019 | 18:00 wib
Reporter : Tova Pradana
Sengketa Pilkades kian memanas. Paska dimediasi pihak kecamatan berakhir deadlock, kini Cakades dari kubu Mahmud menemukan tata tertib atau tatib yang dibuat panitia Pilkades tingkat desa mengesahkan coblos tembus. Foto: Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Sengekta Pilkades Desa Geger Kecamatan Geger memasuki babak baru. Paska aksi demo, laporan ke Polres hingga mediasi di tingkat kecamatan gagal total, tim pemenangan nomor 5, mahmud menemukan Tatib yang dibuat panitia.

Di dalam tata tertib yang ditanda tangani Badan Pemusyawarata Desa itu, justru mengesahkan coblos tembus. Alias coblosan surat suara karena lipatan tidak dibuka dinyatakan sah. Padahal, pada saat penghitungan Pilkades lalu, surat suara coblos tembus dinyatakan tidak disahkan oleh panitia sendiri .

Sigit Ihsan Wibowo, Ph Cakades Mahmud, menilai panitia menciderai Tatib yang ia buat sendiri. Serta menilai panitia telah melanggar aturan.

Sementara, Kepala Dinas  Pemberdayan Masyrakat Dan Pemerintah Desa, Joko Lelono menegaskan, pihaknya juga sudah mendengar hal tersebut. Juga terkait temuan lain yang menyangkut sengekta Pilkades. Atas sejumlah persoalan itu, semuanya akan dibahas saat mediasi tingkat kabupaten madiun.

Diketahui, sampai hari ini sengekta Pilkades di Kabupaten Madiun tidak kunjung usai. Padahal sesuai undang undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa. Bupati wajib menyelesaikan sengekta pilkades dalam waktu 30 hari. (pul)

Berita Terkait

Sengketa Pilkades Geger, Majelis Hakim Verifikasi Surat Suara

Panitia Pilkades Dinilai Ciderai Tatib

Panwascam Madiun Gelar Mediasi Sengketa Pilkades

Tuntut Keadilan, Massa Tolak Hasil Pilkades Datangi DPRD
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  13 jam

Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  2 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  4 jam

Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Pendidikan  7 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber