Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Kenaikan Tarif BPJS Dikeluhkan Oleh Warga Kota Blitar
Jum'at, 08-11-2019 | 16:35 wib
Oleh : Mohammad Asrofi, Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Rencana kenaikan tarif BPJS oleh pemerintah tahun depan, banyak dikeluhkan oleh warga di Kota Blitar. Pasalnya, kenaikan yang mencapai seratus persen, sangat memberatkan masyarakat kecil.

Namun mereka juga berharap, jika sampai naik juga harus diimbangi oleh pelayanan yang baik.  Pemerintah yang akan menaikan tarif BPJS mulai tahun 1 Januari tahun 2020 mendatang, banyak dikeluhkan oleh masyarakta kecil. Tidak tanggung-tanggung kenaikan tarif BPJS mencapai dua kali lipat.

Kenaikan ini disinyalir akibat kenerja keuangan BPJS Kesehatan, yang terus merugi sejak tahun 2014 yang lalu. 

Menanggapi rencana naiknya tarif BPJS tersebut, para pasien peserta BPJS kesehatan di Kota Blitar banyak yang mengeluh dan keberatan. Pasalnya, kenaikan yang mencapau seratus persen tersebut, sangat membertakan warga.

Warga berharap agar pemerintah mengkaji kembali rencana kenaikan tairf BPJS tersebut.
Farida, warga berharap, jika memang pemerintah menaikkan tarif BPJS Kesehatan, maka harus diimbangi dengan pelayan yang prima bago peserta BPJS. 

"Saat ini pelayanan bpjs kurang maksimal dan ribet, kita berharap, kenaikan tarif BPJS harus dibarengi dengan pelayanan yang meningkat," kata Farida.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar, Dokter Ramiadji mengatakan, saat ini pihak BPJS menunggak pembayaran terhadap rumah sakit, sebesar Rp 14 milyard lebih untuk bulan Mei dan Juni.

"Sedangkan untuk bulan Agustus sampai sekarang juga belum terbayar. Meski klaim tunggakannya belum dibayar, namun pihak rumah sakit tetap memeberikan pelayanan bagi pasien peserta BPJS dengan baik," kata dokter Ramiadji.

Seperti diketahui, jika kenaikan premi bpjs kesehatan ini diatur di dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 75 tahun 2019, tentang perubahan atas perpres nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan yang ditandatangani pada 24 oktober 2019. 

Untuk pemegang premi kelas 1 dari sebelumnya Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, untuk kelas 2 dari sebelumnya Rp 51.000 jadi Rp 110.000 dan kelas 3 dari Rp 25.000 menjadi Rp 42.000 perbulannya. (yos)

Berita Terkait


RSUD Dr Soetomo Belum Tentukan Tambah Fasilitas Untuk Pasien Kelas Tiga

Seluruh Anggota DPRD Situbondo Menyatakan Menolak Kenaikan Iuran BPJS

Kenaikan Tarif BPJS Dikeluhkan Oleh Warga Kota Blitar

Peserta BPJS Keberatan Dengan Kenaikan Iuran 2 Kali Lipat


Anggaran 5 Persen Untuk BPJS Kesehatan Bisa Tutup Defisit

Pemkot Madiun Keberatan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Aksi BEM se-Jember Tolak RUU Pertanahan dan Kebijakan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Relawan Galang Dana Untuk Warga Miskin

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber