Berita Terbaru :
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Kenaikan Tarif BPJS Dikeluhkan Oleh Warga Kota Blitar
Kesehatan  Jum'at, 08-11-2019 | 16:35 wib
Reporter : Mohammad Asrofi, Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Rencana kenaikan tarif BPJS oleh pemerintah tahun depan, banyak dikeluhkan oleh warga di Kota Blitar. Pasalnya, kenaikan yang mencapai seratus persen, sangat memberatkan masyarakat kecil.

Namun mereka juga berharap, jika sampai naik juga harus diimbangi oleh pelayanan yang baik.  Pemerintah yang akan menaikan tarif BPJS mulai tahun 1 Januari tahun 2020 mendatang, banyak dikeluhkan oleh masyarakta kecil. Tidak tanggung-tanggung kenaikan tarif BPJS mencapai dua kali lipat.

Kenaikan ini disinyalir akibat kenerja keuangan BPJS Kesehatan, yang terus merugi sejak tahun 2014 yang lalu. 

Menanggapi rencana naiknya tarif BPJS tersebut, para pasien peserta BPJS kesehatan di Kota Blitar banyak yang mengeluh dan keberatan. Pasalnya, kenaikan yang mencapau seratus persen tersebut, sangat membertakan warga.

Warga berharap agar pemerintah mengkaji kembali rencana kenaikan tairf BPJS tersebut.
Farida, warga berharap, jika memang pemerintah menaikkan tarif BPJS Kesehatan, maka harus diimbangi dengan pelayan yang prima bago peserta BPJS. 

"Saat ini pelayanan bpjs kurang maksimal dan ribet, kita berharap, kenaikan tarif BPJS harus dibarengi dengan pelayanan yang meningkat," kata Farida.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Kota Blitar, Dokter Ramiadji mengatakan, saat ini pihak BPJS menunggak pembayaran terhadap rumah sakit, sebesar Rp 14 milyard lebih untuk bulan Mei dan Juni.

"Sedangkan untuk bulan Agustus sampai sekarang juga belum terbayar. Meski klaim tunggakannya belum dibayar, namun pihak rumah sakit tetap memeberikan pelayanan bagi pasien peserta BPJS dengan baik," kata dokter Ramiadji.

Seperti diketahui, jika kenaikan premi bpjs kesehatan ini diatur di dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 75 tahun 2019, tentang perubahan atas perpres nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan yang ditandatangani pada 24 oktober 2019. 

Untuk pemegang premi kelas 1 dari sebelumnya Rp 80.000 menjadi Rp 160.000, untuk kelas 2 dari sebelumnya Rp 51.000 jadi Rp 110.000 dan kelas 3 dari Rp 25.000 menjadi Rp 42.000 perbulannya. (yos)

Berita Terkait

Ini Alasan Presiden Joko Widodo Ngotot Naikan Iuran BPJS

BPJS Kesehatan Akan Kembalikan Selisih Kelebihan Iuran Bulanan

Pembiayaan Pasien Covid-19 Dibebankan ke BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Harus Patuhi Keputusan MA
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  14 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  14 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Peristiwa  4 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  13 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber