Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Tempo Doeloe 

Ritual Siraman Waranggono, Bentuk Pelestarian Budaya Langen Tayub
Kamis, 07-11-2019 | 21:15 wib
Oleh : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Para pecinta seni langen tayub di Tuban, Jawa Timur, menggelar ritual siraman waranggono di Kolam Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban. Tradisi ini digelar sebagai bentuk pelestarian budaya tayub agar tidak hilang di jaman modern seperti saat ini.

Wisuda penari langen tayub kali ini diikuti sebanyak lima belas gadis cantik. Mereka resmi dinobatkan sebagai penari langen tayub atau biasa disebut waranggono. Selanjutnya mereka berhak mengisi pagelaran seni tradisional secara terbuka di tengah kehidupan masyarakat.

Setelah diwisuda, 15 penari baru ini bergabung dengan seniman langen tayub lainnya. Mereka diarak dari Alun-Alun Tuban menyusuri jalan desa menuju sendang widodaren, di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban, untuk melakukan ritual siraman.

Diawali dengan tabur bunga, seluruh seniman baik penari maupun pengrawit, ikut masuk sendang. Mereka bergantian membasuh muka, tangan dan kaki, menggunakan air sumur keramat yang berada tepat di pinggir sendang.

Dita Aulia, waranggono peserta ritual, menjelaskan, ritual ini merupakan sarana untuk mensucikan diri, hal ini dilakukan untuk melestarikan tradisi dan budaya. "Diharapkan kedepan, seniman tradisional sukses dan mendapat banyak tawaran pentas," kata Dita.

Noor Nahar Hussein, Wakil Bupati Tuban, menjelaskan, siraman waranggono ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahunnya. 
"Selain sudah menjadi tradisi, juga untuk menjaga  dan melestarikan agar seni tayub terus ada dan dikenal masyarakat luas. Siraman ini diikuti sebanyak 82 penari langen tayub, 68 pramugari atau pembawa acara jawa, 48 pengrawit," kata Noor Nahar Hussein.

Di era modern ini, seni tayub kian sedikit peminatnya. Oleh karenanya, para pecinta tayub ini sekuat tenaga akan terus melestarikan dan mengenalkan kepara generasi muda, agar seni tayun yang merupakan warisan nenel moyang ini tidak hilang begitu saja. (yos)

Berita Terkait


Ritual Siraman Waranggono, Bentuk Pelestarian Budaya Langen Tayub

Ritual Siraman Waranggono, Bentuk Pelestarian Budaya Langen Tayub


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber