Berita Terbaru :
Tempat Wisata di Jalur Jatim Jateng Dipenuhi Pengunjung
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
Antisipasi Banjir dan Jalan Rusak Pj Bupati Sidoarjo Sidak Pengerjaan Jalan
Libur Panjang, Stasiun Bojonegoro Tambah Dua Kereta Api
Anggaran Perbaikan Jalan di Ngawi Turun Drastis
Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
   

Salah Seorang Murid SDN Gentong Masih Trauma
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 07-11-2019 | 18:36 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Pasca ambruknya atap empat ruangan SDN Gentong di Kota Pasuruan, salah korban selamat yang tertimpa atap sekolahan kondisinya masih memprihatinkan. Selain trauma atas musibah kecelakaan ini, murid lebih suka mengurung diri rumahnya dan setiap aktivitas minta didampingi.

MT tidur di atas kursi ruang tamu di rumahnya di Jalan Kian Sepuh, RT 02, RW 05, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, setelah tertimpa atap di sekolahannya.

Bocah berumur 8 tahun ini berusaha dibujuk oleh sang ayah Iwan Nurhidayat, namun tetap tidur dengan posisi miring sambil menyembunyikan kepala dan tangannya.

Bahkan sanga nenek, Lilik Nurwati juga ikut membangunkan, namun tetap tak menghraukan. Padahal sebelumnya, ia sangat akrab dengan sang nenek. 
Murid kelas 2 B ini saat kejadian mengikuti proses belajar di SDN setempat, namun tiba-tiba genting dan gavalunya jatuh seketika. 

Beruntung ia bisa selamat, setelah berhasil menyelamatkan diri dengan cara sembunyi dibawah bangku lokasinya didepan dalam kelas sehingga mengalami luka lecet-lecet dibawah ke rumah sakit setempat.

Menurut sang nenek, paska kejadian itu, cucunya mulai tak percaya diri dan sering sembunyi sendirian. "Sehingga sejumlah mainan yang biasa ia buat bermain tak dipernah dipakai," ujar Lilik.

Pihak keluarga berharap Dikbud Pemerintah Kota Pasuruan Segera memperhatikan untuk memberi pendampingan murid terkena musibah ini, agar mental dan rasa trauma kembali pulih. (yos)



Berita Terkait

Hujan Deras, Atap SMPN 1 Mantingan Ngawi Roboh

Lapuk Dan Tahah Gerak, Bangunan SDN Ambruk

Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla

Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Ambruk Segera Dibangun
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  7 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  4 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  5 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  18 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber