Berita Terbaru :
Sejumlah Parpol Mulai Melakukan Persiapan Menyambut Tahapan Pilkada Serentak
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
Ikhlas Nabung Selama 10 Tahun, Wanita Pedagang Kue Batal Berangkat Haji
   

Mendikbud Datangi Sekolah SD Gentong dan Menerjunkan Tim Investigasi
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 07-11-2019 | 18:05 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim, mendatangi lokasi sekolah dasar gentong pasca ambruk menewaskan siswa dan guru serta belasan luka-luka.

Nadiem berharap kejadian ini merupakan yang terakhir di Republik Indonesia. Mendikbud akan menerjunkan tim inspektorat untuk melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap robohnya atap sekolah. Selain itu, Mendikbud juga mengunjungi rumah duka para korban ambruknya atap SDN Gentong.

Didampingi pejabat pemkot pasuruan dan Kepala Sekolah Dasar Gentong Kota Pasuruan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia meninjau langsung 4 ruang kelas yang ambruk. 

Nadiem Makarim sempat terkejut melihat 4 bangunan yang rusak berat dengan atap ambruk secara bersamaan. Nadiem, mengira robohnya atap sekolah SD Gentong harusnya satu ruang saja, namun saat dijelaskan oleh kapolres pasuruan kota bahwa bangunan 4 ruang kelas merupakan satu rangkaian bangunan atap sehingga sekali roboh akan merantah ke bangunan lainnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan menerjunkan tim dari ispektorat pendidikan untuk menyelidiki kasus ini untuk mengetahui secara pasti penyebab ambruknya 4 ruang kelas ini.

Selanjutnya, Nadiem mendatangi rumah Irza Almira Ramadani  yang rumah berdekatan dengan lokasi kejadian SDN ambruk. Di rumah duka, Mendikbud mendoakan korban dan orang tua yang ditinggalkan tetap tegar dan tabah. 

Selain rumah Irza, juga akan mendatangi ke rumah duka sang guru Sevina Arzy Wijaya di Kelurahan Mandaran, Kecamatan Panggungrejo.

Selain itu Nadiem Makarim menegaskan kejadian ini yang terakhir kali terjadi di Indonesia, agar keselamatan guru dan siswa menjadi aman dan proses belajar mengajar berjalan lancar. (yos)

Berita Terkait

Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Musholla

Dua Bulan Siswa Belajar di Mushalla, Berharap Ruang Kelas Ambruk Segera Dibangun

Dua Tersangka Penyebab SDN Samaran Ambruk Ditangkap Polisi

Ruang Kelas di SDN ini Rusak Membahayakan Siswa
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  14 jam

Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Covid-19  3 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  11 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber