Berita Terbaru :
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Untuk Membuka Kembali Dengan Protokol Kesehatan
Sejumlah Parpol Mulai Melakukan Persiapan Menyambut Tahapan Pilkada Serentak
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Belasan Pasien Covid-19 Dari Tenaga Medis dan Keluarga Dinyatakan Sembuh
   

Pilkades Ricuh, Ribuan Warga Mengamuk dan Merusak Surat Suara
Pilkada  Kamis, 07-11-2019 | 17:35 wib
Reporter : Syaiful Anwar dan Wildan Lipu Prasasti
Masa mengamuk karena calon yang didukungnya tidak lulus seleksi pencalonan. Akibat kericuhan tersebut, mengakibatkan logistik di tempat pemilihan hancur, serta seorang panitia menjadi bulan bulanan massa. Foto Wildan
Sumenep pojokpitu.com, Pilkades ricuh. Ribuan warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih Kabupaten Sumenep mengamuk di Tempat Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa.

Kericuhan terjadi dengan cara merusak logistik pemilihan kepala desa saat pencoblosan berlangsung.  Akibatnya ribuan surat suara dan kotak suara serta puluhan kursi hancur oleh amukan warga.

Insiden kericuhan dilakukan oleh ribuan massa bakal calon yang tidak lulus seleksi saat melakukan tes pencalonan sebagai kandidat calon kepala Desa Juruan Laok. Saat kejadian, pihak kepolisian tidak bisa berkutik. Meskipun salah seorang ketua panitia pelaksana setempat menjadi bulan bulanan warga.

Beruntung seorang aparat TNI menyeret dan membawa ketempat yang aman dari kerusuhan. Namun baju korban  sempat koyak usai ditarik warga.
 
Sementara itu, Kapolres Sumenep AKBP Muslimin menyampaikan, pasca aksi perusakan itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Forkopimda setempat. Serta akan melakukan pengembangan kasus. "Jika kejadian tersebut melanggar ketentuan hukum, polisi akan mengambil tindakan diskresi, terkait suasana yang semakin memanas dengan cara menghentikan pemilihan sambil menunggu hasil koordinasi dengan pihak terkait," kata AKBP Muslimin. 

Perlu diketahui pemilihan kepala desa dilakukan serentak tepat tanggal 07 November 2019 di Kabupaten Sumenep. Sebelum pelaksanaan sudah ada beberapa desa yang dalam kondisi zona merah atau rawan terhadap kerusuhan. Salah satunya Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep. (pul)

Berita Terkait

Sengketa Pilkades Geger, Majelis Hakim Verifikasi Surat Suara

Unik, Pasangan Suami Istri Maju Pilkades Didandani Ala Pengantin

Sehari Jelang Pilkades, Panitia Mulai Sibuk Siapkan TPS

Ketegangan Warnai Hari Terakhir Kampanye Pilkades Serentak
Berita Terpopuler
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Covid-19  4 jam

Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  15 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  13 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber