Berita Terbaru :
Lima Guru Positif Covid-19, Begini KBM di SDN Plaosan 1
Positif Covid-19 di Tuban Tembus 157 Kasus
Traffic Light Lumajang Dipasang Garis Jaga Jarak Layaknya Starting Grid Moto GP
Kembangkan Bakat, 5 ABK Membuat Grup Band
Pelaku Diduga Copet Diamankan Polisi Usai Gasak HP Milik Demonstran
Demo Tolak RUU Omnibus Law di Tengah Pandemi Covid-19
Dokter dan Perawat RSUD Caruban Terpapar Virus Corona
Warga Dibuat Bingung Atas Pelayanan PDAM
Sebanyak 30 Persen PPDP Surabaya Enggan Melakukan Rapid Tes
Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Narkoba Dalam Bungkusan Rengginang
Empat Tahun Buron, Perampok Sadis Dibekuk Jatanras
Robot Arta Mulai Layani Rapid Tes UTBK di Unair
Menko PMK Kecewa Jatim Tak Bisa Penuhi Target Dua Minggu Dari Jokowi
Perwali No 33, Masuk Surabaya Wajib Rapid Tes Bagi Warga Luar Kota
Sidak Takaran Minyak, Petugas Temukan Produsen Nakal
   

PMII Tuntut DPRD Kawal Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Retribusi TPI Palang
Pantura  Selasa, 05-11-2019 | 21:15 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Sedikitnya 25 aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Tuban dan perwakilan nelayan, menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Kabupaten Tuban, Selasa (5/11) siang.

Dalam aksi ini para aktivis mahasiswa meminta DPRD Tuban mengawal dan memfasilitasi, pertemuan dengan bupati, ketua DPRD dan semua pihak. Terkait dugaan pelanggaran dana retribusi pengelolaan tempat pelelangan ikan di Kecamatan Palang, Tuban.

Pasalnya dalam riset yang mereka lakukan, para aktivis mahasiswa ini menemukan adanya dugaan penyimpangan dana retribusi nelayan di TPI Palang, karena pengelolaan retribusi disana bersifat tertutup.

Selain itu, disisi lain tidak ada monitoring yang serius dari dinas perikanan dan peternakan tuban. Padahal, selama ini nelayan palang telah memberikan retribusi 2 persen dari hasil tangkapan mereka. Namun tidak ada timbal balik dari retribusi itu, baik bentuk infrastruktur maupun yang lainnya.

Usai berorasi di depan kantor DPRD, mahasiswa kemudian masuk ke gedung wakil rakyat tersebut untuk audiensi. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa ditemui oleh Ketua Komisi 3 DPRD Tuban Hartomo dan Kepala Dinas Perikanan Dan Peternakan Tuban, Amenan.

Dalam forum ini, mahasiswa meminta bertemu langsung dengan bupati dan ketua DPRD. Namun, karena keduanya tidak bisa menemui lantaran ada agenda rapat paripurna di DPRD hingga sore.

Lantaran tak ditemui bupati dan ketua DPRD, mahasiswa sepakat keluar forum dan keluar dari ruangan untuk menyuarakan aksinya di luar gedung DPRD.

Musthofatul Adib, Ketua cabang PMII Tuban, menhgatakan, mahasiswa berharap pihak DPRD segera mengagendakan pertemuan, dengan bupati, ketua DPRD, serta pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan ini agar nelayan tidak terus dirugikan.  (yos)

Berita Terkait

Demo Mahasiswa Didepan Kantor Bupati Berujung Ricuh

Mahasiswa Demo Tolak Omnibus Law

Alih Fungsi Hutan, Puluhan Aktifis PMII Aksi di Depan Perhutani

BEM PTS Se Malang Raya Tuntut Bantuan Covid-19 Dari Pemkot Malang
Berita Terpopuler
FKPPI Demo Tuntut DPR RI Membatalkan RUU HIP
Peristiwa  8 jam

Tuntut Kejelasan Kasus Korupsi Warga Demo Kejaksaan
Peristiwa  12 jam

Inkrah Sejak Januari Hingga Juni, Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Barang Bukti...selanjutnya
Malang Raya  9 jam

Persidangan Abah Ipul, Kabag ULP Sangadji Ungkap Pemberian Uang 200 Juta
Hukum  8 jam



Cuplikan Berita
Anak Jerapah Lahir di Tengah Pandemi
Pojok Pitu

Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Pojok Pitu

Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Jatim Awan

Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber