Berita Terbaru :
Relawan Gas Satu Deklarasi Dukung Paslon 01
Wisata Religi di Bulan Maulid Dengan Mengunjungi Museum Rosulullah
Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Pandemi, Warga Sulap Atap Toko Menjadi Kebun Tanaman Hidroponik
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Usaha Tidak Terdampak Pandemi, Terus Alami Peningkatan Konsumen Timbang Tebu
Bekerja Sebagai Mekanik Sepi Mencari Kutu Air Bernilai Fantastis
Polisi Ungkap 10 Kasus Narkoba Dan Mengamankan Belasan Tersangka
Untuk Beli Susu Anak, Ojol Nekat Curi Sepeda Bermerek
Jual Beli Online Motor Lewat Medsos, Bilang Nyoba Malah Dibawa Kabur
Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Pantai Biru, Tempat Sampah Disulap Menjadi Wahana Wisata Baru di Bangkalan
   

Usai Bongkar Kasus Jasmas, Kajari Tanjung Perak Dimutasi
Hukum  Selasa, 05-11-2019 | 18:29 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Mutasi besar-besaran terjadi di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Sebelas pejabat eselon III, 9 di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri dimutasi. Satu diantaranya Kepala Kejari Tanjung Perak Rachmat Supriady, yang baru saja membongkar korupsi proyek Jasmas dengan enam tersangka anggota DPRD Surabaya.

Serah terima 11 pejabat eselon III di lingkup Kejati Jatim digelar di aula lantai 8 gedung Kejati Jatim. Sebelas jaksa yang dipindah ini terdiri dari 1 asisten pidana umum, 1 koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan 9 kepala Kejaksaan Negeri. Sertijab dipimpin langsung Kepala Kejati Jatim, M. Dhofir.

Asisten Tindak Pidana Umum, Asep Maryono dimutasi ke Kejaksaan Agung. Posisinya dijabat Herry Ahmad Pribadi. Yang menarik, dari 9 Kepala Kejaksaan Negeri yang dipindah, nama Kajari Tanjung Perak , Rachmat Supriady menjadi sorotan. Pasalnya, Rachmat Supriady baru saja membongkar kasus korupsi dana hibah Jasmas yang menyeret enam anggota DPRD Surabaya sebagai tersangka.

Rachmat Supriady dimutasi ke Kejati Sulawesi Tengah. Posisi Rachmat digantikan Wagiyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejari Hulu Sungai Tengah.

Muncul dugaan bila mutasi Rachmat Supriady ini terkait agar penyelidikan kasus korupsi ini tak merambah anggota DPRD Surabaya lainnya. Namun tudingan ini dibantah Kajati M.Dhofir bila mutasi Kajari Tanjung Perak memang sudah pada waktunya.

Kajati Jatim berharap pejabat yang baru agar segera menyesuaikan dan bekerja melanjutkan pekerjaan pejabat sebelummya, terutama kasus-kasus korupsi. (end)

Berita Terkait

Mengejutkan, Ratih Bebas, Syaiful dan Dini Divonis 18 Bulan

3 Anggota DPRD Kota Surabaya Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Dituntut 3 Tahun Penjara, Binti Rochma Mengaku Kecewa

Korupsi Jasmas, Sugito Mantan Anggota DPRD Surabaya Divonis 1,8 Tahun Penjara
Berita Terpopuler
Ubah Pandemi Jadi Rejeki
Malang Raya  9 jam

Jual Beli Online Motor Lewat Medsos, Bilang Nyoba Malah Dibawa Kabur
Malang Raya  8 jam

Pantai Biru, Tempat Sampah Disulap Menjadi Wahana Wisata Baru di Bangkalan
Mlaku - Mlaku  10 jam

Bekerja Sebagai Mekanik Sepi Mencari Kutu Air Bernilai Fantastis
Metropolis  5 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber