Berita Terbaru :
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
   

Manfaatkan Kotoran Kambing dan Bonggol Pisang untuk Pupuk
Rehat  Senin, 04-11-2019 | 23:06 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Pemerintah Kabupaten Kediri terus menggalakkan pengembangan pertanian sistem organik, mulai dari jenis sayur mayur, padi dan kedelai. Untuk menunjang produktifitas pertanian organik tersebut, Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat memberikan pelatihan membuat pupuk organik cari dari bahan kotoran kambing serta bonggol pisang.

Setelah mengikuti pelatihan oleh dinas pertanian dan perkebunan Kabupaten Kediri, para petani di Desa Bendosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri akhirnya melakukan praktek pembuatan mikro organisme dan agen hayati. Produk pupuk cair tersebut nantinya akan dipergunakan untuk membantu kesuburan tanah dengan sistem organik yang ramah lingkungan.

Pengembangan pupuk organik tersebut seluruhnya menggunakan bahan-bahan non kimia. Mulai dari kotoran kambing, bonggol pisang, air cucian beras, cairan tetes dan susu sapi. Seluruh bahan baku pupuk dilakukan pemrosesan selama lebih dari 14 hari melalui sistem fermensi di sebuah drum.

Ir. Karno, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Plemahan, yang memandu proses pembuatan pupuk organik tersebut mengaku, produk pupuk yang dihasilkan tersebut dinilai lebih aman dibandingkan dengan pupuk kimia. 

"Sebab, pupuk organik tidak menyebabkan kerusakan pada tanah dan unsur haranya. Namun keberadaan pupuk organik justru semakin menyuburkan tanah," kata Ir Karno.

Pertanian organik adalah salah satu yang sedang digandrungi oleh masyarakat. Selain harga jual produk pertanian organik lebih mahal , juga dianggap lebih aman untuk kesehatan. 

Dispertabun Kabupaten Kediri, selain memberikan pelatihan pupuk organik pada petani juga memberikan fasilitas pemasaran produk pertanian organik melalui serambi tani. (yos)

Berita Terkait

Pupuk Subsidi Langka di Tengah Pandemi Corona

Operasional IPLT Ngawi Tunggu Payung Hukum

Pemkab Ngawi Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Polda Jatim masih Uji Bahan Utama Jamu Kuat Illegal
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  7 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  17 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  20 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber