Berita Terbaru :
ASN Takut Akan Sanksi Akan Diberikan Bila Kepadapatan Nekat Mudik
Pemkab Sidoarjo Sewa 2 Hotel Untuk Isolasi Pasien OTG Covid 19
12 Wartawan Jalani Rapid Test Kedua, Hasilnya Non-Reaktif
Pemkot Madiun Wacanakan Pola New Normal Sektor Pendidikan
Pasar Hewan di Lumajang Akan Kembali Dibuka
Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
KPAI Buka Posko Pengaduan PPDB 2020, Ini Nomor Kontaknya
Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
   

Manfaatkan Kotoran Kambing dan Bonggol Pisang untuk Pupuk
Rehat  Senin, 04-11-2019 | 23:06 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Pemerintah Kabupaten Kediri terus menggalakkan pengembangan pertanian sistem organik, mulai dari jenis sayur mayur, padi dan kedelai. Untuk menunjang produktifitas pertanian organik tersebut, Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat memberikan pelatihan membuat pupuk organik cari dari bahan kotoran kambing serta bonggol pisang.

Setelah mengikuti pelatihan oleh dinas pertanian dan perkebunan Kabupaten Kediri, para petani di Desa Bendosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri akhirnya melakukan praktek pembuatan mikro organisme dan agen hayati. Produk pupuk cair tersebut nantinya akan dipergunakan untuk membantu kesuburan tanah dengan sistem organik yang ramah lingkungan.

Pengembangan pupuk organik tersebut seluruhnya menggunakan bahan-bahan non kimia. Mulai dari kotoran kambing, bonggol pisang, air cucian beras, cairan tetes dan susu sapi. Seluruh bahan baku pupuk dilakukan pemrosesan selama lebih dari 14 hari melalui sistem fermensi di sebuah drum.

Ir. Karno, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Plemahan, yang memandu proses pembuatan pupuk organik tersebut mengaku, produk pupuk yang dihasilkan tersebut dinilai lebih aman dibandingkan dengan pupuk kimia. 

"Sebab, pupuk organik tidak menyebabkan kerusakan pada tanah dan unsur haranya. Namun keberadaan pupuk organik justru semakin menyuburkan tanah," kata Ir Karno.

Pertanian organik adalah salah satu yang sedang digandrungi oleh masyarakat. Selain harga jual produk pertanian organik lebih mahal , juga dianggap lebih aman untuk kesehatan. 

Dispertabun Kabupaten Kediri, selain memberikan pelatihan pupuk organik pada petani juga memberikan fasilitas pemasaran produk pertanian organik melalui serambi tani. (yos)

Berita Terkait

Pupuk Subsidi Langka di Tengah Pandemi Corona

Operasional IPLT Ngawi Tunggu Payung Hukum

Pemkab Ngawi Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Polda Jatim masih Uji Bahan Utama Jamu Kuat Illegal
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19 Investasi Kabupaten Madiun Belum Capai Target Triwulan I
Politik  10 jam

Penerimaan Siswa Baru Akan Digelar Secara Online
Pendidikan  9 jam

Penjelasan Deddy Corbuzier Soal Video Wawancara dengan Siti Fadilah
Infotainment  8 jam

Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber