Berita Terbaru :
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Persetujuan
BKKBN Jatim Baru Tercapai 70 Ribu Akseptor
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan Gempa
   

Manfaatkan Kotoran Kambing dan Bonggol Pisang untuk Pupuk
Rehat  Senin, 04-11-2019 | 23:06 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Pemerintah Kabupaten Kediri terus menggalakkan pengembangan pertanian sistem organik, mulai dari jenis sayur mayur, padi dan kedelai. Untuk menunjang produktifitas pertanian organik tersebut, Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat memberikan pelatihan membuat pupuk organik cari dari bahan kotoran kambing serta bonggol pisang.

Setelah mengikuti pelatihan oleh dinas pertanian dan perkebunan Kabupaten Kediri, para petani di Desa Bendosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri akhirnya melakukan praktek pembuatan mikro organisme dan agen hayati. Produk pupuk cair tersebut nantinya akan dipergunakan untuk membantu kesuburan tanah dengan sistem organik yang ramah lingkungan.

Pengembangan pupuk organik tersebut seluruhnya menggunakan bahan-bahan non kimia. Mulai dari kotoran kambing, bonggol pisang, air cucian beras, cairan tetes dan susu sapi. Seluruh bahan baku pupuk dilakukan pemrosesan selama lebih dari 14 hari melalui sistem fermensi di sebuah drum.

Ir. Karno, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Plemahan, yang memandu proses pembuatan pupuk organik tersebut mengaku, produk pupuk yang dihasilkan tersebut dinilai lebih aman dibandingkan dengan pupuk kimia. 

"Sebab, pupuk organik tidak menyebabkan kerusakan pada tanah dan unsur haranya. Namun keberadaan pupuk organik justru semakin menyuburkan tanah," kata Ir Karno.

Pertanian organik adalah salah satu yang sedang digandrungi oleh masyarakat. Selain harga jual produk pertanian organik lebih mahal , juga dianggap lebih aman untuk kesehatan. 

Dispertabun Kabupaten Kediri, selain memberikan pelatihan pupuk organik pada petani juga memberikan fasilitas pemasaran produk pertanian organik melalui serambi tani. (yos)

Berita Terkait

Stok Pupuk Urea Bersubsidi Terus Menipis, Petani Kesulitan Membeli Pupuk Urea

Pupuk Subsidi Langka di Tengah Pandemi Corona

Operasional IPLT Ngawi Tunggu Payung Hukum

Pemkab Ngawi Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi
Berita Terpopuler
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan G...selanjutnya
Metropolis  8 jam

Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Per...selanjutnya
Malang Raya  6 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  2 jam

Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Kesehatan  5 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber