Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Terdakwa Pembunuhan Juragan Rongsokan Divonis Mati
Senin, 04-11-2019 | 13:00 wib
Oleh : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Priyono dan Dantok Narianto, dua terdakwa kasus pembunuhan terhadap Eko Yuswanto seorang juragan rongsokan, Warga Trowulan Kabupaten Mojokerto, kembali didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Mojokerto. Keduanya menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan vonis dari majelis hakim pengadilan negeri.

Dalam amar putusan ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Mojokerto Joko Waluyo, kedua terdakwa Priyono sang eksekutor, dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 340 KUHP juncto 55 ayat 1 KUHP dan pasal 181 KUHP tentang pembunuhan berencana. Priyono divonis hukuman mati. Sedangkan Dantok Narianto yang ikut serta hanya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Mendengar pembacaan vonis hukuman mati dan 20 tahun penjara dari ketua majelis hakim, kedua terdakwa langsung tertunduk lesuh dan menangis di ruang sidang. Atas putusan tersebut, kuasa hukum dari kedua terdakwa Kholil Askohar langsung menyatakan banding. Dengan pertimbangan kedua terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

Seperti yang diketahui, kasus pembunuhan terhadap juragan rongsokan terbilang sadis. karena seusai dihabisi, mayat korban dibuang dan dibakar di ladang jagung. Peristiwa pembunuhan yang dipicu persolaan dendam antara keluarga terjadi pada 13 Mei 2019 lalu. (pul/vd:yan)

Berita Terkait


Terdakwa Pembunuhan Juragan Rongsokan Divonis Mati


Pasrah Divonis Mati, Eks Pacar Anggita Sari Ini Memuji Jokowi

Divonis Mati, Tri Diah Perantara Narkoba 13 Kilogram

Divonis Mati , Oknum Polisi dan Istri Simpanan Pemilik dan Pengedar 13 Kilogram Sabu

Keluarga TKI yang Divonis Mati Bingung

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber