Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Warga Pantai Bulak Gerah, Pemkot Dianggap Tidak Ada Itikad Baik
Sabtu, 02-11-2019 | 18:36 wib
Oleh : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Temuan dugaan jual beli tanah di lahan konservasi pesisir pantai kawasan Bulak Kenjeran, mendapat tanggapan warga setempat. Beberapa penduduk asli setempat mulai bereaksi, terkait perluasan lahan oleh Pemkot Surabaya, yang dianggap sangat merugikan warga.

Lahan konservasi di pesisir pantai kawasan Bulak Kenjeran Surabaya, nampak tidak lagi terurus. Bahkan proyek pembangunan lahan yang rencananya digunakan sebagai ruang hijau, terlihat mangkrak.

Lahan konservasi yang diduga bermasalah karena temuan adanya jual beli tanah di tempat ini kembali mencuat, setelah beberapa waktu lalu anggota Dewan Kota Surabaya melakukan sidak di lokasi tersebut.

Terkait kabar adanya dugaan jual beli tanah ini, sejumlah penduduk asli setempat mulai bereaksi. Salah satunya, Muhammad Yusuf tokoh masyarakat di kampung ini mengaku dirinya menjadi satu dari beberapa warga yang dirugikan oleh Pemkot Surabaya, karena lahannya digusur akibat proyek pembangunan konservasi.

Menurutnya, pihak Pemkot tidak mempunyai itikat baik menyelesaikan penggusuran tanah miliknya, dan hanya diberikan ganti rugi Rp 300 ribu, karena awalnya terdapat perjanjian akan diberikan perahu, namun hal tersebut hanya isapan jempol.

Melalui kuasa hukumnya, Yusuf terus berjuang untuk mendapatkan haknya, meski harus menempuh dengan jalur hukum.(end)

Berita Terkait


Warga Pantai Bulak Gerah, Pemkot Dianggap Tidak Ada Itikad Baik

Lahan Konservasi Diuruk Jadi Perkampungan

Ada Anggaran Pembebasan Lahan Konservasi di APBD


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber