Berita Terbaru :
Modus Baru, Bawa Mobil Pribadi Curi Kayu Sonokeling
KPU Kabupaten Malang : Soal Penyelenggaraan Pilkada Ada 3 Opsi
Klien Membludak, 5 ODGJ Antri Panti Rehabilitasi Sosial
Tawadhu Pada Ulama, Bu Nyai Mantap Pilih Machfud Arifin Walikota
Pasien Corona di Pacitan Tembus 41 Orang, 2 Tambahan Anak-Anak dan Batita
Bantuan Jaring Pengaman Sosial Jatim Hanya 3 Bulan
Tersangka Pencurian Motor 5 TKP Ditangkap
Sebelas ASN, 4 TNI Positif Covid-19, Sebagian Sudah Sembuh
Polisi Ringkus Sindikat Pengedar Sabu-Sabu Antar Kota Jaringan Lapas
Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Ingin Menabah Subscribe, Youtuber Berujung Penjara
Belasan Truk Terjaring Operasi Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas
Puluhan Warga Positif Covid-19, Jalam Binor Kota Malang Terapkan PSBL
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Perawat Jatim Terpapar Covid 19 Bertambah 334 Orang
   

Warga Pantai Bulak Gerah, Pemkot Dianggap Tidak Ada Itikad Baik
Peristiwa  Sabtu, 02-11-2019 | 18:36 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Temuan dugaan jual beli tanah di lahan konservasi pesisir pantai kawasan Bulak Kenjeran, mendapat tanggapan warga setempat. Beberapa penduduk asli setempat mulai bereaksi, terkait perluasan lahan oleh Pemkot Surabaya, yang dianggap sangat merugikan warga.

Lahan konservasi di pesisir pantai kawasan Bulak Kenjeran Surabaya, nampak tidak lagi terurus. Bahkan proyek pembangunan lahan yang rencananya digunakan sebagai ruang hijau, terlihat mangkrak.

Lahan konservasi yang diduga bermasalah karena temuan adanya jual beli tanah di tempat ini kembali mencuat, setelah beberapa waktu lalu anggota Dewan Kota Surabaya melakukan sidak di lokasi tersebut.

Terkait kabar adanya dugaan jual beli tanah ini, sejumlah penduduk asli setempat mulai bereaksi. Salah satunya, Muhammad Yusuf tokoh masyarakat di kampung ini mengaku dirinya menjadi satu dari beberapa warga yang dirugikan oleh Pemkot Surabaya, karena lahannya digusur akibat proyek pembangunan konservasi.

Menurutnya, pihak Pemkot tidak mempunyai itikat baik menyelesaikan penggusuran tanah miliknya, dan hanya diberikan ganti rugi Rp 300 ribu, karena awalnya terdapat perjanjian akan diberikan perahu, namun hal tersebut hanya isapan jempol.

Melalui kuasa hukumnya, Yusuf terus berjuang untuk mendapatkan haknya, meski harus menempuh dengan jalur hukum.(end)

Berita Terkait

Warga Pantai Bulak Gerah, Pemkot Dianggap Tidak Ada Itikad Baik

Lahan Konservasi Diuruk Jadi Perkampungan

Ada Anggaran Pembebasan Lahan Konservasi di APBD
Berita Terpopuler
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Peristiwa  4 jam

Gara-Gara Ngantuk Truk Diesel Tabrak Truk Gandeng
Metropolis  6 jam

Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas
Peristiwa  7 jam

Perawat Jatim Terpapar Covid 19 Bertambah 334 Orang
Kesehatan  4 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber