Berita Terbaru :
Memalukan, Muda Mudi Ini Berbuat Senonoh di Areal Taman Adipura Sumenep
Rem Blong, Truk Hantam Mobil dan Motor
Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
   

Warga Pantai Bulak Gerah, Pemkot Dianggap Tidak Ada Itikad Baik
Peristiwa  Sabtu, 02-11-2019 | 18:36 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Temuan dugaan jual beli tanah di lahan konservasi pesisir pantai kawasan Bulak Kenjeran, mendapat tanggapan warga setempat. Beberapa penduduk asli setempat mulai bereaksi, terkait perluasan lahan oleh Pemkot Surabaya, yang dianggap sangat merugikan warga.

Lahan konservasi di pesisir pantai kawasan Bulak Kenjeran Surabaya, nampak tidak lagi terurus. Bahkan proyek pembangunan lahan yang rencananya digunakan sebagai ruang hijau, terlihat mangkrak.

Lahan konservasi yang diduga bermasalah karena temuan adanya jual beli tanah di tempat ini kembali mencuat, setelah beberapa waktu lalu anggota Dewan Kota Surabaya melakukan sidak di lokasi tersebut.

Terkait kabar adanya dugaan jual beli tanah ini, sejumlah penduduk asli setempat mulai bereaksi. Salah satunya, Muhammad Yusuf tokoh masyarakat di kampung ini mengaku dirinya menjadi satu dari beberapa warga yang dirugikan oleh Pemkot Surabaya, karena lahannya digusur akibat proyek pembangunan konservasi.

Menurutnya, pihak Pemkot tidak mempunyai itikat baik menyelesaikan penggusuran tanah miliknya, dan hanya diberikan ganti rugi Rp 300 ribu, karena awalnya terdapat perjanjian akan diberikan perahu, namun hal tersebut hanya isapan jempol.

Melalui kuasa hukumnya, Yusuf terus berjuang untuk mendapatkan haknya, meski harus menempuh dengan jalur hukum.(end)

Berita Terkait

Warga Pantai Bulak Gerah, Pemkot Dianggap Tidak Ada Itikad Baik

Lahan Konservasi Diuruk Jadi Perkampungan

Ada Anggaran Pembebasan Lahan Konservasi di APBD
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  13 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  13 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  1 jam

Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber