Berita Terbaru :
Manajemen Terus Melakukan Tracing Karyawan PT KTI
Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Begini Cara Santri Ngaji di Ruang Isolasi
Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Dalam Keadaan Mabuk, Sekelompok Pemuda Merusak Warung Kopi dan Aniaya Orang
Tiga Tersangka Pengedar Narkoba Diamankan Polisi
Menteri Kelautan Dan Perikanan Cabut Permen Nomer 56 Tentang Ekspor Benih Lobster
31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan
Karena Diputus Pacar Terjadi Penculikan dan Penganiayaan
Maling Alat Alat Bengkel Dimassa
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
   

Diduga Korupsi Percetakan, Bos Media Diadili
Hukum  Jum'at, 01-11-2019 | 17:29 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Sidoarjo pojokpitu.com, Bos media, Tatang Istiawan yang terseret dugaan korupsi percetakan di Kabupaten Trenggalek, akhirnya diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya. Tatang Istiawan didakwa melanggar pasal 2 dan pasal 3 undang-undang tipikor dengan kerugian negara Rp 7,3 miliar.

Dengan memakai masker lantaran sakit TBC, Tatang Istiawan, bos media Surabaya ini diadili di ruang cakra Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat sore. Dalam dakwaannya, tiga jaksa dari Kejari Trenggalek, menyatakan terdakwa Tatang Istiawan didakwa bersama mantan bupati Trenggalek Soeharto, memperkaya diri sendiri atau korporasi orang lain hingga mengakibatkan kerugian negara, senilai Rp 7,3 miliar.

Perkara ini berawal dari pemberitaan media Surabaya Sore terkait persoalan di Trenggalek. Soeharto yang saat itu menjabat sebagai bupati Trenggalek lalu menjalin kerjasama dengan Tatang Istiawan, Pimpinan Media Surabaya Sore, dengan mendirikan perusahaan percetakan PT Bangkit Grafika Sejahtera.

Ketika itu, Tatang yang menjabat sebagai Direktur Utama mengajukan kerjasama pengadaan mesin percetakan seharga Rp 7,3 miliar. Dana tersebut berasal dari penyertaan modal PD Aneka Usaha sebesar Rp 10,8 miliar. Namun kenyataannya, mesin cetak yang dibeli ternyata mesin bekas yang kondisinya telah rusak.

"Atas dakwaan ini, terdakwa Tatang Istiawan langsung menyatakan eksepsi atau nota keberatan," tutur Adil Prana Jaya, penasehat hukum terdakwa,

Dalam kasus ini, Tatang Istiawan ini didakwa melanggar pasal 2 juncto pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KUH Pidana. Sidang yang dipimpin Hakim I Wayan Sosiawan ini ditunda minggu depan dengan agenda pembacaan eksepsi.(end/vd:yan)

Berita Terkait

Soeharto, Mantan Bupati Trenggalek Dituntut 8,5 Tahun Penjara

Diduga Korupsi Percetakan, Bos Media Diadili

Bos Surabaya Pagi Sempat Depresi Setelah Ditahan

Sempat Sakit, Pemilik Media Surabaya Pagi Resmi Ditahan
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  11 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  11 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  12 jam

Strategi Tabung Haji Dan Umroh Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber