Berita Terbaru :
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Debit Air Danau Klakah Lumajang Menyusut Tiga Meter
Tapal Kuda Dan Madura  Jum'at, 01-11-2019 | 09:07 wib
Reporter : Achmad Arif
Berita Video : Debit Air Danau Klakah Lumajang Menyusut Tiga Meter
Lumajang pojokpitu.com, Kemarau panjang yang terjadi sejak 7 bulan terakhir menyebabkan debit air danau ranu klakah di Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah, Lumajang terus menyusut. Kalau dua bulan lalu hanya dua meter, kalini danau menyusutan hingga tiga meter.

Seperti yang terlihat di kawasan danau atau ranu klakah Desa Tegal Ranu, Kecamatan Klakah , Lumajang, posisi meter debit air yang terpasang disamping saluran irigasi pembuangan menunjukan adanya penurunan ketinggian air.

Bahkan penyusutannya mencapai tiga meter sangat cepat. Dua bulan lalu, danau menyusut hanya dua meter. Berkurangnya debit air di danau klakah ini terjadi setelah musim kemarau yang terjadi sejak tujuh bulan lalu.

Akibat semakin berkurangnya debit air pada danau klakah ini, menyebabkan pasokan air untuk kebutuhan irigasi pertanian warga di 5 desa di Kecamatan Klakah Terganggu, meski untuk kunjugan wisatawan makin naik.

Siswanto, Kabid Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Lumajang, mengatakan, lima desa yang bergantung pada pasokan air irigasi tersebut diantaranyan Desa Ranu Pakis, Desa Kebonan, Desa Klakah, Tegal Randu, dan Desa Mlawang Kecamatan Klakah.

Untuk mengantisipasi rebutan jatah air, pihak pengairan memberlakukan sistem pengairan secara bergiliran, ke masing masing desa dua hari sekali. Namun ancaman kekeringan tidak menutup kemungkinan akan terjadi, jika musim kemarau akan berlangsung lama. (yos/vd:yan)

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  13 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  12 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  11 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber