Berita Terbaru :
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
JTV Mendapatkan Penghargaan dari KPID
Tukang Sopir Dealer Meninggal Secara Mendadak Di Kamar Mandi
Lagi, Ponorogo Tambah 11 Kasus Covid 19
Makin Banyak Peserta UTBK Reaktif
Nasib Kader Pemantau Pasien Covid-19 Belum Terima Intensif 4 Bulan
Dituduh Hina Pengusaha, Bupati Lumajang Diperiksa Cyber Crime Polda Jatim
Kokohkan Ekonomi di Pandemi Covid, TNI, Polri Bangun Program Ketahanan Pangan
Satlantas Polresta Mojokerto Amankan Ratusan Motor Sport Dan Musnahkan Knalpot Brong
Penyaluran BLT DD Tunggu Bansos Pangan Kemensos Berakhir
Geram Dengan Ulah Nitizen, Idi Laporkan 5 Akun Media Sosial
Pemilik Mobil Misterius Merupakan Residivis Pengedar Narkoba
Ingin Memulangkan Kedua Orang Tua ke Papua, Anak Nekat Rampas Ponsel
Kejari Kota Musnahkan Barang Bukti Narkotika
Residivis Jambret Babak Belur Dimassa
   

Dampak Suhu Tinggi Bagi Kesehatan Masyarakat
Kesehatan  Jum'at, 01-11-2019 | 01:14 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Suhu panas di wilayah Kabupaten Ngawi, hingga kini masih terjadi, pada siang hari rata-rata mencapai sekitar 40 derajat celsius. Warga yang khawatir terdampak dehidrasi, memilih mencari tempat teduh seperti di bawah pepohon di pinggir jalan. Suhu tinggi ini baru terjadi sekali di Ngawi.

Sudah puluhan warga, khususnya anak-anak, terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit yang dipicu suhu panas. Selama cuaca panas belangsung, kunjungan di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soeroto Ngawi, mencapai 80 orang per hari. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, memerintahkan seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk segera melakukan langkah antisipasi. 

Dokter Yudono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, mengatakan, untuk tindakan pencegahan,  warga diminta untuk mengkonsusi air cukup, tidak boros agar terhindar dehidrasi. 

"Begitu juga dengan buah-buahan dan sayur yang banyak tersedia di sekitar kita. Sementara untuk kuratif, petugas diminta untuk siaga melakukan tindakan terhadap penderita dehidrasi agar segera rehidrasi," kata Yudono.

Suhu panas di wilayah Ngawi, diperkirakan instansi terkait segera berakhir.

Pada bulan November mulai memasuki musim pancaroba dan hujan diprediksi sudah turun.

Setelah kepanasan, warga diminta mewaspadai bencana hidrometeorologi, seperti angin ribut, banjir dan tanah longsor. (yos) 

Berita Terkait

Cuaca Ekstrim, Nelayan Pesisir Panarukan Enggan Melaut

Gelombang Tinggi, Nelayan Enggan Melaut

Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Tiga Hari ke Depan

Cuaca Buruk, Dalam 2 hari 20 Penerbangan Delay
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  5 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  6 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  6 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  6 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber