Berita Terbaru :
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
JTV Mendapatkan Penghargaan dari KPID
Tukang Sopir Dealer Meninggal Secara Mendadak Di Kamar Mandi
Lagi, Ponorogo Tambah 11 Kasus Covid 19
Makin Banyak Peserta UTBK Reaktif
Nasib Kader Pemantau Pasien Covid-19 Belum Terima Intensif 4 Bulan
Dituduh Hina Pengusaha, Bupati Lumajang Diperiksa Cyber Crime Polda Jatim
Kokohkan Ekonomi di Pandemi Covid, TNI, Polri Bangun Program Ketahanan Pangan
Satlantas Polresta Mojokerto Amankan Ratusan Motor Sport Dan Musnahkan Knalpot Brong
Penyaluran BLT DD Tunggu Bansos Pangan Kemensos Berakhir
Geram Dengan Ulah Nitizen, Idi Laporkan 5 Akun Media Sosial
   

Fan Ricuh, Persebaya Terancam Terusir dari Stadion GBT
Sepak Bola  Rabu, 30-10-2019 | 09:46 wib
Reporter :
Bonek turun ke lapangan usai timnya dikalahkan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Foto istimewa
Surabaya pojokpitu.com, Asa Persebaya Surabaya untuk bisa tampil maksimal di Liga 1 2019 harus ternoda dengan ulah suporter. Mereka terancam kena sanksi berat, karena sebelumnya kerap menerima sanksi dari Komdis PSSI. Sejauh ini, Persebaya telah banyak melakukan pelanggaran disiplin. Bahkan, pada Agustus lalu mereka pernah disanksi ratusan juta.

Melihat kericuhan usai laga kontra PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) setelah takluk 2-3, Persebaya harus siap menjalani laga tanpa penonton. Bahkan, karena faktor keamanan, Persebaya juga bisa saja tak bisa berkandang di Surabaya untuk sementara waktu.

Sebab, mengacu kepada Komisi Disiplin PSSI, klub yang melakukan pelanggaran berulang bisa mendapatkan sanksi yang berat. Setelah denda, sanksi lainnya ialah menggelar laga tanpa penonton, bahkan sampai menggelar laga di kuat kandang alias partai usiran.

Menarik dinantikan, sanksi apakah yang didapatkan Persebaya akibat ulah ricuh suporter mereka. Laga tanpa penonton atau tak boleh berkandang di Surabaya alias partai usiran?

Sebelumnya, manajemen sudah pasrah dan siap menerima sanksi Komdis. Tapi, Direktur Media Persebaya Nanang menjelaskan bahwa mereka masih ingin main di Surabaya.

"Kami berharap masih bisa main di Surabaya, kami ingin bangkit di sini," tandasnya. (dkk/jpnn/pul)

Berita Terkait

Begini Sikap Persebaya Menghadapi Kelanjutan Kompetisi Liga 1

Pandemi Memaksa Ultah Persebaya Ke 93 Tanpa Pesta

Liga 1 Dilanjutkan September, Pelatih Persebaya Masih Waswas

Persebaya Pengin Berhenti, Persipura Abstain, Persiraja Minta Lanjut
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  6 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  6 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  6 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  6 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber