Berita Terbaru :
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

Ribuan Warga Pacitan Gelar Sholat Istisqa Untuk Meminta Hujan
Mataraman  Selasa, 29-10-2019 | 18:00 wib
Reporter : Edwin Adji
Pacitan pojokpitu.com, Selama kurang lebih 7 bulan lamanya Kabupaten Pacitan dilanda kekeringan, berbagai upayapun di lakukan masyarkat agar kekeringan dapat segera teratasi. Salah satunya menggelar sholat istisqa di Lapangan Lanud Iswahyudi Pacitan pada Selasa (29/10) pagi, yang diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah.

Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan,mulai dari pelajar hingga jajaran lembaga organisasi perangkat daerah Kabupaten Pacitan, bersama-sama melaksanakan sholat istisqa dan memanjatkan doa agar segera di berikan hujan.

Turut hadir pula Bupati Pacitan Indartato beserta jajaranya, Kapolres Pacitan, AKBP Sugandi,dan Kepala Kementrian Agama Muhammad Nurul Huda.

Meski dibawah terik matahari yang begitu menyengat, namun para jamaah terlihat begitu khusuk dalam melaksanakan sholat istisqa tersebut. Mereka bersama-sama memohon kepada sang pencipta agar kemarau panjang yang menyebakan kekeringan di seluruh wilayah di pacitan dapat segera teratasi.

Diketahui sebelumnya,kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten Pacitan sudah mencapai 7 bulan lamanya. Tentu ini menjadi nestapa bagi masyarakat Pacitan, karena akibat kemarau yang berkepanjangan ini membuat sejumlah sumber air mulai mengering.

Selain itu banyak tanaman yang harus gagal panen lantaran macetnya saluran irigasi pertanian. (yos)



Berita Terkait

Tak Kunjung Hujan Ratusan Warga Gelar Salat Istisqo dan Tradisi Tiban

Berharap Hujan, Ratusan Petani Shalat Istisqa

Warga Gelar Shalat Istisqa di Penghujung Kemarau

Kemarau Panjang, Warga Pamekasan Shalat Minta Hujan
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  14 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  13 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  12 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber