Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Cuaca Ekstrim, Ratusan Ayam Broiler Mati
Pantura  Selasa, 29-10-2019 | 14:40 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Cuaca panas ekstrim yang melanda Kabupaten Tuban, berdampak terhadap ternak ayam boiler. Terhitung ratusan ayam bailer mati, diduga akibat cuaca panas pada musim kemarau ini. Puncaknya hari ini, sedikitnya dua puluh lima ayam siap panen mati secara serentak.

Ratusan ayam braoiler milik warga di Kelurahan Gedung Ombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, mendadak mati. Diduga kematian ayam-ayam ini akibat cuaca panas esktrim pada musim kemarau ini. Kandang yang berkapasitas 2.500 ekor ayam ini, terancam gagal panen akibat suhu panas yang rata-rata 33.00 derajat celcius setiap harinya.

Menurut peternak, kematian pada ternak ayam broiler merupakan hal yang biasa. Namun, biasanya meskipun cuaca panas hanya kematian ayam hanya dikisaran delapan ekor perharinya. 

Namun pada cuaca ekstrim kali ini, kematian ayam perharinya diatas 25 ekor. Terhitung sejak tebar bibit, hingga usia 32 hari ini, ayam yang mati mencapai 500 ekor lebih.

Peternak ayam broiler, Joko Waras, mengatakan, peternak menduga, kematian ayam ini dipicu cuaca panas ekstrim, yang terjadi dalam sebulan terakhir. 

Padahal selama musim kemarau ini, ayam yang sudah diberikan kipas angin sebagai pendingin, serta penyemprotan air untuk mendinginkan kandang secara berkala. "Bangkai ayam yang mati mendadak ini, langsung dikuburkan agar tidak membusuk," ujar Joko Waras.

Para peternak berharap, agar pihak terkait turun tangan untuk memberikan solusi, agar peternak tidak merugi dan gagal panen. (yos)

Berita Terkait

Pancaroba, Peternak Mengeluhkan Banyak Ayam Mati

Cuaca Ekstrim, Ratusan Ayam Broiler Mati

Puluhan Ayam Mati Mendadak, Petugas Periksa Bangkai

Peternak Resah, Puluhan Ekor Ayam Mati Mendadak Tiap Hari
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  10 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  10 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  8 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  8 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber