Berita Terbaru :
39.182 Pengangguran Baru di Bojonegoro Selama Pandemi Covid-19
Diduga Terinveksi Covid-19, Pria Paruh Baya Mati Mendadak Didalam Angkot
Ketua DPRD Ngawi Minta KPU-Bawaslu Fokus Peningkatan Partisipasi Pemilih
Pelaku Curanmor 14 TKP Ditangkap Polisi, Motor Curian Dijual ke Penadah di Madura
Bupati Lantik 37 Pejabat Jelang Pilkada
Dua Danau di Lumajang Menyusut
Nenek 83 Tahun Hidup Rentah di Gubug Reot Tak Tersentuh Pemerintah
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Tolak Jual Tanah ke Pertamina, Warga Lurug BPN Tuban
Bobol Toko, Pemuda Gondrong Dimassa
Enam Tahanan Lapas Jombang Positif Covid 19
Dua CJH Asal Indonesia Dilarang Wukuf karena Terpapar Covid-19
Ratusan ASN Pemkab Bojonegoro Ikuti Rapid Tes, 8 Orang Dinyatakan Reaktif
Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Untuk Korban Fetish
Diduga Sakit Jantung, Penjaga Perumahan Meninggal Mendadak
   

Operasi Semeru, Banyak Pengendara Nekat Putar Balik
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 29-10-2019 | 05:24 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Beginilah suasana pengendara sepeda motor yang nekat melakukan aksi putar balik, karena takut terjaring razia operasi semeru 2019 di Jalan Basuki Rahmat Situbondo. Foto: Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Aksi nekat terjadi dalam operasi zebra semeru di Situbondo, karena banyak pengguna jalan yang ketakutan akan terjaring razia. Tak sedikit pengendara nekat menerobos hingga putar balik saat penertiban sedang berlangsung. Akibat aksi nekat tersebut, sejumlah pengendara bahkan hampir terlibat kecelakaan dengan pengendara lain.

Kesadaran masyarakat dalam tertib lalu lintas masih tergolong rendah , selain masih banyak pengendara takut saat razia, terbukti setidaknya ada 150 pengendara yang di tilang setiap harinya. 

Dengan faktor tidak mempunyai Surat Ijin Mengemudi (SIM) menjadi pelanggaran mendominasi, serta disusul dengan tidak memakai helm dan kondisi lampu kendaraan tidak menyala pada siang hari.

Kanit Patwal, Ipda Sukamto, menjelaskan bahwa, banyak pengendara roda dua yang menghindar dengan cara masuk ke gang-gang. 
"Bahkan ada yang berpura-pura berhenti di depan toko atau hotel untuk mengelabuhi petugas polisi," kata Ipda Sukamto.

Operasi zebra semeru akan berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 30 Oktober hingga 12 November 2019. Pihaknya menegaskan, selain menilang, tak menuntut kemungkinan kepolisian menyita kendaraan jika pengendara tak mampu menunjukknan STNK. (yos)

Berita Terkait

Dua Pekan Operasi Sikat Semeru, Polres Tangkap 18 Tersangka

Jelang Pilwali Polrestabes Bekuk 381 Tersangka Hasil Ops Sikat Semeru

Belasan Truk Terjaring Operasi Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas

Operasi Semeru, Banyak Pengendara Nekat Putar Balik
Berita Terpopuler
Perusahaan Properti di Indonesia yang Mengutamakan Kepuasan Konsumen
Peristiwa  15 jam

Musda,Toufik Kembali Nahkodai Golkar Ponorogo
Pilkada  12 jam

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Tebu
Peristiwa  2 jam

Prinsip ATM Untuk Remaja Sedang Tumbuh Kembang
Konsultasi Psikologi  16 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber