Berita Terbaru :
Pemerintah Belum Buka Fasilitas Belajar Mengajar Juli Ini
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo Temukan Cluster Baru Kecamatan Taman Sidoarjo
Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Sembuh Dari Covid 19
Eka Eki
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Kapolda Kunjungi Kampung Tangguh di Lamongan
Alhamdulillah, 42 Persen Pasien Covid-19 di Tulungagung Telah Sembuh
Total Pasien Sembuh di Jatim Tembus 699 Orang
Sistem Zonasi Akan Diterapkan Per Wilayah Kabupaten Kota
Meski Di Tengah Pandemi, Kanim Selesaikan Ribuan Paspor Haji
PT KAI Daop 8 Surabaya Rumuskan Pedoman Antisipasi New Normal
Terminal Kertonegoro Ngawi Mati Suri
Aduh Uber Menghancurkan Ribuan Sepeda Listrik, Kenapa?
Amankah Pemanis Buatan untuk Penderita Diabetes?
Rumah Milik Warga di Ponorogo Nyaris Roboh
   

Lestarikan Budaya , Santri Belajar Sambil Mengenakan Busana Adat Jawa
Pendidikan  Minggu, 27-10-2019 | 06:15 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Melestarikan budaya dan mengajarkan falsafah jawa sejak dini, sebuah pesantren di Tulungagung, mewajibkan santrinya mengenakan busana adat jawa. Tidak hanya itu, selama berada di madrasah dan kegiatan belajar mengajar, mereka juga menggunakan bahasa jawa. Hal ini dilakukan, agar santri bisa mengerti dan lebih memahami budayanya, sebagai orang jawa yang beragama Islam.

Ada yang berbeda dengan Madrasah Diniyah Zumrotus Salamah, di Pondok Pesantren Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.  Santri di madrasah ini menggunakan pakaian adat jawa lengkap dengan blangkon. sedangkan untuk santriwati mengenakan kebaya dan kain jarik.

Penggunaan pakaian adat jawa di madrasah ini sudah dimulai sejak sekitar empat tahun lalu. Pihak pengelola madrasah sengaja mewajibkan pakaian ini, sebagai salah satu pengingat bahwa santri merupakan bagian dari masyarakat jawa, yang mempunyai adat istiadat dan budaya tersendiri.

Abdillah Subkhi , pengasuh madrasah diniyah, mengatakan, melalui pakaian ini, para santri diajak untuk mempunyai rasa memiliki, terhadap budaya jawa. 

"Tidak hanya pakaian, dalam kegiatan belajar mengajar, guru dan ustadz juga menggunakan bahasa jawa dalam menyampaikan materi, hal ini dilakukan agar santri tidak lupa akan identitas diri mereka," kata Abdillah Subkhi.

Para santri merasa senang dengan adanya kebijakan ini. Selain belajar tentang ilmu agama, mereka juga bangga bisa ikut serta melestarikan budaya, melalui pakaian adat jawa. Meskipun terlihat sedikit merepotkan, namun santri mengaku nyaman mengenakan pakaian ini saat belajar ngaji.

Melalui penggunaan pakaian adat ini diharapkan, santri tidak lupa akan identitas jati diri mereka sebagai orang jawa. Santri juga diharapkan mengutamakan adab, yang menjadi salah satu poin penting dalam budaya jawa. (yos)

Berita Terkait

Jaga Kebudayaan Jawa, Seninan Ponorogo Latih Karawitan Generasi Muda

Lestarikan Budaya , Santri Belajar Sambil Mengenakan Busana Adat Jawa
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  1 jam

Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
Malang Raya  12 jam

Terminal Kertonegoro Ngawi Mati Suri
Peristiwa  6 jam

Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Aktifis PA GMNI Lakukan Tabur Bunga di TMP
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber