Berita Terbaru :
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Perawat Jatim Terpapar Covid 19 Bertambah 334 Orang
27 Kios di Pasar Sukorejo Ludes Dilalap Api
Isak Tangis Puluhan Tenaga Kesehatan Saat Melepas Perawat Meninggal Karena Covid 19
Risma Razia Pasar Keputran, Mendapati 5 Orang Reaktif Rapid Tes di Pasar
Kemenkes Keluarkan Tarif Rapid Tes Mandiri Rp 150 Ribu
Sempat Dirawat Terpapar Covid-19, Kepala Dinas DP5A Surabaya Meninggal Dunia
Gara-Gara Ngantuk Truk Diesel Tabrak Truk Gandeng
Telat Ditangani, Ibu Melahirkan di Depan Rumah Bidan
Angka Kematian Covid Mulai Turun, Namun Jumlah Positif Covid Terus Mengalami Kenaikan
Sebuah Rumah Ludes Terbakar Akibat Korsleting Listrik
Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas
Bioplastik Kurangi Sampah Plastik Makanan
Ular Piton Sepanjang 4,5 Meter Ditangkap Warga
Dibuka, Semua Staf Kesehatan Puskes Kamal Dirapid Test
   

Lestarikan Budaya , Santri Belajar Sambil Mengenakan Busana Adat Jawa
Pendidikan  Minggu, 27-10-2019 | 06:15 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Melestarikan budaya dan mengajarkan falsafah jawa sejak dini, sebuah pesantren di Tulungagung, mewajibkan santrinya mengenakan busana adat jawa. Tidak hanya itu, selama berada di madrasah dan kegiatan belajar mengajar, mereka juga menggunakan bahasa jawa. Hal ini dilakukan, agar santri bisa mengerti dan lebih memahami budayanya, sebagai orang jawa yang beragama Islam.

Ada yang berbeda dengan Madrasah Diniyah Zumrotus Salamah, di Pondok Pesantren Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.  Santri di madrasah ini menggunakan pakaian adat jawa lengkap dengan blangkon. sedangkan untuk santriwati mengenakan kebaya dan kain jarik.

Penggunaan pakaian adat jawa di madrasah ini sudah dimulai sejak sekitar empat tahun lalu. Pihak pengelola madrasah sengaja mewajibkan pakaian ini, sebagai salah satu pengingat bahwa santri merupakan bagian dari masyarakat jawa, yang mempunyai adat istiadat dan budaya tersendiri.

Abdillah Subkhi , pengasuh madrasah diniyah, mengatakan, melalui pakaian ini, para santri diajak untuk mempunyai rasa memiliki, terhadap budaya jawa. 

"Tidak hanya pakaian, dalam kegiatan belajar mengajar, guru dan ustadz juga menggunakan bahasa jawa dalam menyampaikan materi, hal ini dilakukan agar santri tidak lupa akan identitas diri mereka," kata Abdillah Subkhi.

Para santri merasa senang dengan adanya kebijakan ini. Selain belajar tentang ilmu agama, mereka juga bangga bisa ikut serta melestarikan budaya, melalui pakaian adat jawa. Meskipun terlihat sedikit merepotkan, namun santri mengaku nyaman mengenakan pakaian ini saat belajar ngaji.

Melalui penggunaan pakaian adat ini diharapkan, santri tidak lupa akan identitas jati diri mereka sebagai orang jawa. Santri juga diharapkan mengutamakan adab, yang menjadi salah satu poin penting dalam budaya jawa. (yos)

Berita Terkait

Jaga Kebudayaan Jawa, Seninan Ponorogo Latih Karawitan Generasi Muda

Lestarikan Budaya , Santri Belajar Sambil Mengenakan Busana Adat Jawa
Berita Terpopuler
Gara-Gara Ngantuk Truk Diesel Tabrak Truk Gandeng
Metropolis  3 jam

Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas
Peristiwa  4 jam

Relawan Peduli Warga Terdampak Covid Bagikan Sembako
Malang Raya  14 jam

Bupati Malang Sebut 300 KK Sudah Memanfaatkan Gas Methane Gratis
Politik  12 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber