Berita Terbaru :
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idulfitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
   

Benarkah Rokok Elektrik Bisa Membahayakan Kesuburan Wanita?
Life Style  Sabtu, 26-10-2019 | 20:16 wib
Reporter :
pojokpitu.com, Semakin banyak data yang menunjukkan bahwa vapeatau rokok elektrik benar-benar burukbagi kesuburan dan kehamilan wanita. Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of the Endocrine Society, para peneliti mengamati efek vaping pada tikus.

Tikus yang terpapar uap e-rokok sebelum hamil membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil, dan kecil kemungkinannya memiliki implan embrio di dalam rahim. Sedangkan pada tikus hamil yang terpapar uap, janin tidak bertambah beratnya seperti pada tikus yang tidak terpapar uap vaping.

"Kami juga menemukan bahwa penggunaan e-rokok selama kehamilan mengubah kesehatan jangka panjang dan metabolisme keturunan perempuan, yang memberikan efek generasi kedua seumur hidup pada janin yang sedang tumbuh," kata penulis studi yang sesuai, Kathleen Caron, Ph.D., dari University of North Carolina di Chapel Hill, NC, seperti dilansir laman Sheknows, Kamis (24/10).

Tentu, penelitian ini pada tikus, tetapi cukup meyakinkan bahwa itu harus memotivasi wanita yang mencoba hamil atau yang ingin hamil di masa depan untuk setop menggunakan vape.

"Temuan ini penting karena mereka mengubah pandangan kami tentang persepsi keselamatan e-rokok sebagai alternatif dari rokok tradisional sebelum dan selama kehamilan," jelas Caron.

Kita sudah tahu bahwa vaping bisa menyebabkan masalah menakutkan dengan perkembangan otak, pembuluh darah dan kesehatan paru-paru. Vaping juga dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, dan depresi.

Selain itu, kita harus memperhatikan anak-anak dan remaja, yang kini semakin sering menggunakan dan kecanduan akan vape.

Jumlah siswa sekolah menengah yang menggunakan e-rokok kini meningkat dari 2,1 juta pada tahun 2017 menjadi 3,6 juta pada 2018, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Jadi jika Anda belum berbicara dengan anak-anak Anda tentang vaping - tunggu apa lagi?(fny/jpnn/pul)


Berita Terkait

Pemudik Nekad Bawa 78 Box Rokok Ilegal

Dua Karyawan Pabrik Rokok Positif Covid 19

Muncul Kalster Baru di Pasar Bojonegoro dan Asrama Gereja Surabaya

Hasil Swab PCR Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Belum Semua Keluar
Berita Terpopuler
Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  8 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  7 jam

WhatsApp Punya Fitur Baru yang Memudahkan Penggunanya, Seperti Apa?
Teknologi  6 jam

Bos Petronas Yamaha SRT Blak-blakan Soal Niat Lorenzo Ambil Kursi Rossi
Olah Raga  5 jam



Cuplikan Berita
Penjelasan Brigjen Sandi Nugroho Terkait Pria Bergamis Adu Mulut di Checkpoin
Pojok Pitu

Oleng, Truk Muat Jeruk Ambruk ke jalan
Pojok Pitu

Camat Duduksampeyan Didatangi Pemuda Desa Gredek Terkait BLT
Jatim Awan

Cuaca Buruk, Pelabuhan Ketapang Berlakukan Buka Tutup
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber