Berita Terbaru :
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
   

PT Galakarya: Tembok IGD Ambruk Dikarenakan Beban Kanopi Terlalu Berat
Mataraman  Sabtu, 26-10-2019 | 16:00 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Pihak pelaksana PT. Galakarya bersikukuh penyebab insiden ambruknya tembok yang masih dalam masa pengerjaan di lantai 2 itu, dikarenakan kolom praktis besi tak kuat menahan kanopi yang berbahan beton. Meskipun pihak DPRD sudah menyatakan insiden proyek bernilai belasan milyar itu diduga adanya kesalahan pada perencanaan.

Insiden ambruknya pekerjaan tembok lantai dua proyek IGD RSUD caruban masih menyisakan kejanggalan. Sebelmunya, pihak DPRD Kabupaten Madiun, menyatakan jika menduga adanya kejanggalan dalam perencanaan pada paket pekerjaan tersebut. 

Selain karena terlalu dekat dengan ruang farmasi, namun dari pihak segi kuantitas pekerjaan pun DPRD juga mempertanyakannya kepada pelaksana proyek PT. Galakarya. 

Manajer administrasi PT Galakarya, Iliya Widiyanto, menyatakan, insiden ambruknya tembok berukuran panjang 10 meter dengan ketinggi baru 90 centimeter itu dimungkinkan adanya human error . 

"Yakni kolom praktis besi yang dimasukkan ke dalam dinding butuh waktu agar kuat.  Namun, justru  ambrol duluan karena bebannya kalah dengan kanopi berbahan beton," ujar Iliya Widiyanto.

Selain fokus pada penyelesaian paket pekerjaan, PT. Galakarya juga dituntut agar segera memperbaiki ruang farmasi yang terdampak, dan bertanggung jawab atas 2 korban pegawai RSUD Caruban yang terluka. (yos) 

Berita Terkait

Komisi D Siap Hearing Terkait Proyek IGD Terdapu RSUD Caruban

PT Galakarya: Tembok IGD Ambruk Dikarenakan Beban Kanopi Terlalu Berat

Datangi Proyek IGD, DPRD Menduga Ada Kesalaan Perencanaan Proyek

Tembok Proyek RSUD Caruban Ambruk, 2 Orang Terluka
Berita Terpopuler
Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  14 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  13 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  12 jam

Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
Teknologi  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber