Berita Terbaru :
Penyeberangan ke Pulau Gili Sepi, Ini Penyebabnya
Pasien Rawat Jalan Kemotologi di RSUD dr Soetomo Menghilang Sejak Wabah Covid
Pelaku UMKM Jombang Dorong Pemerintah Segera Terapkan New Normal
PB Dikabulkan, Napi Teroris Asal Surabaya Bebas
Mobil PCR Dioperasikan Untuk Luar Daerah, Risma Mengamuk
Dua Penyuap Mantan Bupati Sidoarjo Divonis 20 Bulan
Pulang Melaut, Pencari Kupang Hilang Terseret Banjir
Kejar-Kejaran Dengan Polisi, Sepasang Kekasih Ditangkap Karena Gelapkan Mobil
Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan Desa
Balon Udara Berukuran Besar Nyangkut di Kabel Telkom Ponorogo
5 Anggota Keluarga Kluster Sampoerna Ditest Swab
Diduga Kelebihan Muatan, Truk Bermuatan Kaca Terguling
Pedagang Dari Luar Kota Diwajibkan Miliki Surat Keterangan Hasil Rapid Test
Dinkes Kembali Lakukan Rapid Test Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Batu
Diterjang Aliran Sungai, Jembatan Rusak, Akses Antar Desa Terputus
   

KNKT Rilis Hasil Akhir Akibat Kecelakan Lion Air di Tanjung Karawang Jawa Barat
Peristiwa  Jum'at, 25-10-2019 | 18:47 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Komite Nasional Keselamatan Tranportasi (KNKT) Indonesia merilis hasil investigasi terkait kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan Lion Air yang jatuh di Perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat, akhir Oktober 2018 lalu. Hasilnya KNKT menyimpulkan terdapat 9 sebab yang mengakibatkan pesawat itu mengalami jatuh di laut.

"Hasil dari investigasi disebutkan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 tersebut sudah mengalami kerusakan sebelumnya, yakni kerusakan pada indikator kecepatan dan ketinggian pada tanggal 26 Oktober 2018. Sempat dilakukan perbaikan di Bandara Ngurah Rai Bali dan kembali mengalami kerusakan pada sensor," tutur Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono.

Setelah mengalami perbaikan, pesawat masih digunakan dan terbang ke Jakarta. Setelah itu, pilot kembali melaporkan kerusakan ke Jakarta tapi tidak melaporkan stick shaker dan pemindahan stab trim ke posisi cout out.

Lantaran ada yang tidak dilaporkan kerusakan oleh pilot, pesawat tersebut digunakan untuk penerbangan pada 29 Oktober 2019 dan akhirnya pesawat tersebut mengalami naas dan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Sebelumnya, pesawat dengan nomer registrasi JT-610 terbang dengan rute Jakarta - Pangkal Pinang dari Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, pesawat ini membawa penumpang 181 penumpang 2 kru kokpit dan 6 awak kabin. Baik kru maupun awak kabin tidak ada korban yang selamat dalam musibah ini.(end)





Berita Terkait

KNKT Rilis Hasil Akhir Akibat Kecelakan Lion Air di Tanjung Karawang Jawa Barat
Berita Terpopuler
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  10 jam

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  12 jam

Cuitan Dokter di Twitter Viral, Pihak RS Royal Beri Klarifikasi
Metropolis  7 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  15 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber