Berita Terbaru :
Pakai Motor Risma Blusukan Tegur Warga Tak Pakai Masker
Wajib, Gugus Tugas Rapid Warga di Tempat Nongkrong
Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Gugus Tugas Covid 19 Siapkan Tempat Istirahat Tenaga Kesehatan
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Bhayangkara United Ingin Melanjutkan Kompetisi Hingga Selesai
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
Tips Agar Koneksi Internetmu Tidak Lelet
Malaysia Larang Orang Asing Salat Berjemaah di Masjid
Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
   

Demi Dapatkan Cashback, Remaja Surabaya Nekat Kirimkan Paket Fiktif
Metropolis  Jum'at, 25-10-2019 | 17:00 wib
Reporter : Ainul Khilmiah.
Surabaya pojokpitu.com, Tindak kejahatan order fiktif terhitung menjadi salah satu jenis tindak pidana yang sedang marak terjadi. Demi mendapatkan cashback yang ditawarkan salah satu aplikasi jual beli online, tiga remaja di Surabaya nekat mengirimkan paket fiktif dalam transaksi jual beli palsu.

3 pelaku yang terlibat, mengaku mengoperasikan akun penjual fiktif dalam pemesanan yang mereka buat sendiri. HBS, RMS, dan KK ini merupakan pelaku jual beli fiktif dengan membuat toko palsu di aplikasi jual beli online. 

Mereka terkoordinir untuk memesan antar toko fiktif yang mereka buat sendiri termasuk mengirimkan uang kepada toko tersebut. Untuk meyakinkan pihak penyedia aplikasi jual beli tersebut, toko fiktif juga mengirimkan paket, namun paket tersebut kosong alias fiktif pula.

Hal tersebut dilakukan ketiga pelaku demi berburu cashback senilai Rp 100 hingga Rp 300 ribu yang bisa mereka dapatkan setiap kali transaksi.
Menurut AKBP Arman Asmara, Wadirsus Polda Jatim, transaksi jual beli fiktif inidigeluti pelaku selama 5 bulan. "Pelaku meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah setiap bulan dari transaksi fiktif  tersebut," kata AKBP Arman Asmara.

Ketiga pelaku berhasil dibekuk petugas, setelah mengetahui adanya grup Whatsapp yang mengkoordinir setiap transaksi fiktif yang mereka lakukan.
Ketiga pelaku dijerat pasal 35 juncto 51 Undang-Undang Republik Indonesia no. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 12 milyar. (yos)



Berita Terkait

Demi Dapatkan Cashback, Remaja Surabaya Nekat Kirimkan Paket Fiktif

Polda Jatim Ringkus Komplotan Pelaku Order Fiktif Gofood
Berita Terpopuler
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  1 jam

18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  12 jam

Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
Infotainment  11 jam

Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Pilkada  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber