Berita Terbaru :
Tawadhu Pada Ulama, Bu Nyai Mantap Pilih Machfud Arifin Walikota
Pasien Corona di Pacitan Tembus 41 Orang, 2 Tambahan Anak-Anak dan Batita
Bantuan Jaring Pengaman Sosial Jatim Hanya 3 Bulan
Tersangka Pencurian Motor 5 TKP Ditangkap
Sebelas ASN, 4 TNI Positif Covid-19, Sebagian Sudah Sembuh
Polisi Ringkus Sindikat Pengedar Sabu-Sabu Antar Kota Jaringan Lapas
Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Ingin Menabah Subscribe, Youtuber Berujung Penjara
Belasan Truk Terjaring Operasi Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas
Puluhan Warga Positif Covid-19, Jalam Binor Kota Malang Terapkan PSBL
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Perawat Jatim Terpapar Covid 19 Bertambah 334 Orang
27 Kios di Pasar Sukorejo Ludes Dilalap Api
Isak Tangis Puluhan Tenaga Kesehatan Saat Melepas Perawat Meninggal Karena Covid 19
Risma Razia Pasar Keputran, Mendapati 5 Orang Reaktif Rapid Tes di Pasar
   

Diduga Korupsi Percetakan, Mantan Bupati Trenggalek Diadili
Hukum  Jum'at, 25-10-2019 | 14:39 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Perkara dugaan korupsi percetakan PDAU Bangkit Grafika Sejahtera milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai disidangkan di pengadilan Tipikor Surabaya. Soeharto, mantan bupati Trenggalek periode 2005-2010 diadili atas dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp 7,4 miliar ini.

Dalam dakwaannya, Jaksa Dody Novalita dari Kejari Trenggalek menyatakan terdakwa soeharto merupakan pihak yang paling bertanggungjawab dengan memberikan ijin atas penyelewengan penyertaan modal Pemkab Trenggalek terhadap Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) senilai Rp 10,8 miliar. 

Perkara ini berawal dari pemberitaan media, Surabaya Sore terkait persoalan di Trenggalek. Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Bupati Trenggalek lalu menjalin kerjasama dengan Tatang Istiawan, Pimpinan Media Surabaya Sore dengan mendirikan perusahaan percetakan PT Bangkit Grafika Sejahtera. 

Penyertaan modal sebesar Rp 10,8 miliar digunakan untuk membeli mesin cetak. Namun kenyataannya, mesin cetak yang dibeli melalui pihak ketiga tersebut bukan barang baru, melainkan mesin bekas yang kondisinya rusak. Akibatnya, Negara mengalami kerugian lebih dari Rp 7,3 miliar.

Perbuatan Soeharto melanggar pasal 2 juncto pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi, juncto pasal 55 Kuhpidana. Atas dakwaan ini, terdakwa mengaku menerima dan tak mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Meski begitu, Soeharto mengaku tak menerima sepeser pun uang dari uang 7,3 miliar rupiah tersebut. 

Lantaran terdakwa Soeharto tak mengajukan eksepsi atau nota keberatan, Majelis Hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan ini menunda persidangan dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda pembuktian dari jaksa penuntut umum. 

Berita Terkait

Pegawai PN Trenggalek Ditahan Kejaksaan Karena Korupsi

Kejaksaan Geledah Kantor PN Trenggalek, Buntut Dugaan Kasus Korupsi

Diduga Korupsi Percetakan, Mantan Bupati Trenggalek Diadili

Mantan Bupati Trenggalek Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Kasus Korupsi PDAU
Berita Terpopuler
Rumah Bergeser Sendiri Saat Dibangun Gegerkan Warga Ngawi
Peristiwa  3 jam

Gara-Gara Ngantuk Truk Diesel Tabrak Truk Gandeng
Metropolis  5 jam

Tabrak Lari, Pengendara Motor Tewas
Peristiwa  6 jam

Perawat Jatim Terpapar Covid 19 Bertambah 334 Orang
Kesehatan  3 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber