Berita Terbaru :
Solidaritas Lawan Corona Dengan Bantu APD
Tekan Covid 19, Tagana Bagi Handsanitizer Gratis
Surabaya Pastikan Belum Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Pemkot Surabaya Pastikan Masih Akan Pakai Bilik Sterilisasi
Karantina Wilayah,Warga Perumahan Bikin Bilik Sterilisasi Secara Swadaya
Sidak Dirlantas Polda Jatim, Akses Jalan Poncan dan Rungkut Menanggal Telah Dibuka
Hasil Rapid Test, Satu PDP Reaktif Virus Corona
Pemkot Mojokerto Siapkan Rumah Susun Bagi Para Pemudik
Pertimbangkan Kepentingan Masyarakat,Jalan Rungkut Menanggal-Pondok Candra Dibuka Lagi
Satlantas Polres MojokertoKota Bersama Komunitas Youtuber Membagikan 1000 Masker
Di Jawa Timur Terdapat 21 Kluster Penyebaran Covid 19
Jokowi Tegakan Tidak Bebaskan Napi Koruptor
Puluhan Wastafel Jumbo Dibagikan ke Pasar-Pasar Tradisional
Presiden Jokowi : Masyarakat Keluar Rumah Wajib Pakai Masker
Sebanyak 24 Warga Yang Kontak Fisik Dengan Orang Positif Virus Corona Diisolasi
   

Ratusan Hektar Sawah Kekeringan, Petani Mengadu ke DPRD
Mataraman  Jum'at, 25-10-2019 | 13:44 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Puluhan petani dari Komunitas Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Kabupaten Madiun mengadu ke DPRD Kabupaten Madiun. Mereka menagih janji pemerintah terkait rencana pembangunan Waduk Kresekdan Waduk Tugu sebagai sumber pengairan lahan pertanian. Rencana proyek Waduk Tugu di Gemarang dan belasan embung diperkirakan dapat menampung 2 juta kubik air.

Menurut para petani di wilayah Gemarang, Kare, Wungu dan Dangangan, mayoritas petani hanya bisa bercocok tanam di musim penghujan. 

Sedangkan di musim kemarau 1 (MK 1) dan musim kemarau 2 (MK2), petani tidak bisa menggarap sawah lantaran tidak ada air.

Para petani mengaku, jika saat ini pemerintah sudah membangun satu embung di wilayah Grape, Kecamatan Wungu dengan nilai proyek Rp 19 milyar.  Namun, meski menelan dana milyaran rupiah, embung itu tidak cukup bermanfaat bagi petani.

Selain komisi D, DPRD Kabupaten Madiun, Dinas Pekerjaan Umum, BBWS Solo ikut hadir dalam acara hearing dengan petani Hippa ini. 
Anggota DPRD yang baru dilantik 22 september lalu berencana akan mengawal rencana pembangunan waduk dan embung itu hingga terealisasi.

Rencana proyek pembangunan waduk ini dibahas dan digodok terhitung sejak tahun 2004 silam, namun hingga saat ini program besar bagi petani tersebut baru terealisasi 1 embung saja.



Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Covid-19  12 jam

Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Covid-19  10 jam

Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di ...selanjutnya
Covid-19  11 jam

Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber