Berita Terbaru :
Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Korban Begal Dibacok, Sepeda Motor Dirampas di Lumajang
Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bantuan Covid Tak Layak Konsumsi
Kecelakaan Mobil Vs Motor, 2 Orang Terluka
Terpleset Saat Loncat ke Perahu, Nelayan Panarukan Tenggelam
Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Dampak Covid 19
BKD Jatim Angkat Bicara Terkait Pelantikan Kepala Sekolah
Ratusan Petugas Check Point Penyekatan Ikut Rapid Test
Pemprov Jatim Kembangkan Terapi Plasma Untuk Pasien Covid 19 Dengan Gejala Berat
Terdapat 7 Pasien Gangguan Jiwa RSJ Menur Terpapar Covid 19
Terdapat 130 Kasus Anak Positif Covid 19 di Jatim
Polres Malang Kembali Membuat Kampung Tangguh di Kawasan Kepanjen
Jelang New Normal, Penjual Masker Raup Omset Jutaan Rupiah Tiap Harinya
Uji Coba New Normal, Tempat Layanan Publik Dan Pariwisata Jadi Sasaran
   

UMK Kota Madiun Direncanakan Naik Rp.153.299
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 24-10-2019 | 06:11 wib
Reporter : Ega Patria
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun , Suyoto
Madiun pojokpitu.com, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Madiun masih melakukan pembahasan rencana kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) yang akan diberlakukan mulai 2020. Kepala Disnaker, Suyoto mengatakan, kenaikan upah direncanakan sekitar Rp 153.299.

Menurutnya Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun , Suyoto, besaran kenadikan dirumuskan dari besaran UMK tahun 2019 ditambah UMK berjalan dikalikan penjumlahan antara inflasi nasional 3,39 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 5,12 persen. Artinya, UMK tahun 2019 Kota Madiun sebesar Rp 1.801.406 dikalikan 8,51 persen, diperoleh angka Rp 153.299. "Dengan begitu UMK Kota Madiun yang akan diberlakukan tahun depan direncanakan sebesar Rp 1.954.705," kata Suyoto.

Hal itu sesuai Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja (Menaker) tertanggal 15 Oktober. Meski begitu, rencana kenaikan masih akan dibahas dengan serikat pekerja, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan dewan pengupahan yang ada di Kota Madiun.

Suyoto menyatakan, paling cepat untuk UMP provinsi ditetapkan 1 November 2019. Sedangkan UMK kabupaten/kota ditetapkan oleh gubernur maksimal 15 November 2019. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tidak ada karyawan di Kota Madiun yang mengajukan keberatan terkait penetapan UMK. (pul)

Berita Terkait

Pelaku UMKM Jombang Dorong Pemerintah Segera Terapkan New Normal

Omzet UMKM Busana Muslim Anjlok Karena Corona

Dinas Koperasi dan UMKM Beri Penghargaan 10 Pelaku UMKM Berprestasi

Talk Show Peran UKM Naik Kelas Penopang Pertumbuhan Ekonomi Jatim
Berita Terpopuler
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  14 jam

Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam

Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Sepak Bola  13 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  1 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber