Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Agung Sulistya Wardani
Tunggakan BPJS Selangit, Kemenkes Minta Optimalkan Puskesmas
Kamis, 24-10-2019 | 05:12 wib
Oleh : Ega Patria
Madiun pojokpitu.com, Tingginya tunggakan klaim obat yang belum dibayar BPJS kesehatan khususnya di Kota Madiun mendapat respon dari Kementerian Kesehatan.

Kemenkes mengusulkan guna mengurangi beban BPJS Kesehatan, pemerintah diminta melakukan penguatan sistem pelayanan kesehatan primer atau fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama. Dalam hal ini Puskesmas.

Kepala Badan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, Siswanto mengatakan, Puskesmas harus dikuatkan sebagai sistem. Sebab di dalamnya terdapat upaya promotif dan preventif penyakit tidak menular melalui pos binaan terpadu (Pospindu). Kemudian untuk kesehatan ibu dan anak melalui Posyandu, Polindes, UKS serta upaya kesehatan lain.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Agung Sulistya Wardani mengatakan, penyakit tidak menular paling banyak menyerap anggaran di BPJS Kesehatan. Salah satunya stroke atau penyakit dipicu karena hipertensi. Oleh karena itu, guna mengurangi konsumsi obat generik Pemkot berupaya membudidayakan tanaman untuk dijadikan obat herbal (jamu)

Untuk membuat obat herbal Pemkot telah bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Karanganyar ,jawatengah. Setelah itu Pemkot bakal mengembangkan pembuatan jamu di Kota Madiun. (pul)

Berita Terkait


Tunggakan BPJS Selangit, Kemenkes Minta Optimalkan Puskesmas

Distribusi Obat Ditutup, Tunggakan BPJS Capai Rp 11 Miliar Lebih

Tunggakan Utang BPJS Capai Rp 724 Miliar


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber