Berita Terbaru :
Muncul Transmisi Lokal, Pasar Peterongan Ditutup
Positif Covid 19, Warga Peneleh Dikarantina
Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Mangkir Jaga Check Poin, PNS Nyabu Ditangkap
Setan Sembunyi
Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Tukang Sablon Pakai Ganja Selama Empat Tahun Jalani Persidangan Online
Ratusan Warga Arak Pasien Covid Sembuh Keliling Kampung
Populer di Play Store, Aplikasi Anti-China Sudah Dihapus Google
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Penjualan Moge Anjlok, Triumph Rumahkan 400 Karyawan
Amankah Makan di Luar Rumah Saat Pandemi Corona?
Total 1.300 Calon Jamaah Haji Asal Tuban Gagal Berangkat
Miliki Bondet, Seorang Pria Lumajang Ditangkap Polisi
   

Kuli Bangunan Menjadi Spesialis Rampas HP Dengan Mengaku Polisi Patroli
Mataraman  Kamis, 24-10-2019 | 02:13 wib
Reporter : Mohammad Asrofi, Imron Danu
Tersangka Mohammad Nizam meresahkan masyarakat, ternyata sudah 3 kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama. Foto Danu
Blitar pojokpitu.com, Lantaran cita-citanya menjadi polisi tidak kesampaian, seorang kuli bangunan asal Pare - Kediri, mengaku sebagai petugas polisi di Kota Blitar. Dengan begitu pelaku mudah merampas HP milik warga.

Pelaku Mohammad Nizam (37) warga Pare Kabupaten Kediri telah digelandang petugas Polres Blitar, Rabu (23/10) siang. Mohammad Nizam merupakan tersangka spesialis perampasan HP di sejumlah kota di Jawa Timur. Tersangka dibekuk setelah merampas 3 buah HP milik warga Kota Blitar, dengan mengaku sebagai petugas polisi.

Pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan, menggunakan sebuah motor sport dan pakaian preman dalam setiap aksinya. Sasaranya pemuda yang tengah teler sehingga mudah memperdayainya. Korban yang ketakutan, kemudian ditinggal setelah HP dirampas dan dibawa kabur.

Di depan petugas, tersangka Mohammad Nizam mengaku sudah 3 kali keluar masuk penjara di sejumlah kota dalam kasus yang sama. Terakhir menjalani masa tahanan 7 tahun penjara di Rutan Madiun. "Tersangka Mohammad Nizam mengaku cita citanya gagal sebagai polisi, sehingga menggunakan cara ini untuk beraksi melancarkan kejahatan," kata Wakapolresta Blitar, Kompol Nur Halim

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang-bukti kejahatannya. Seperti 13 HP, tiga dompet, satu tas pinggang.

Untuk sementara, pelaku harus berada di kantor polisi sesuai dengan cita-citanya. Namun bukan untuk berdinas, melainkan untuk menjalani hukuman. Pelaku akan dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (pul)

Berita Terkait

Waspada, Pria Kediri Rampas HP Saat Jalan Sepi

Rampas Handphone Untuk Bayar Angsuran Motor, Nur Asrori Ditangkap Polisi

Kuli Bangunan Menjadi Spesialis Rampas HP Dengan Mengaku Polisi Patroli

Pemuda Pengangguran Rampas Handpohne Petugas Medis
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  5 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  2 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  1 jam

Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber