Berita Terbaru :
Begini Kondisi Terakir Nenek Umur 105 Tahun Sembuh Covid-19
Total 510 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Batal Berangkat ke Tanah Suci
Produsen Face Shield Meraup Berkah Ditengah Wabah Covid-19
Diduga Pemkot Kecolongan, Wawalikota Surabaya Berstatus ODP
Jelang New Normal Pengusaha Restaurant Terapkan Strategi Baru
PMI Gresik Krisis Stok Darah Masa Pandemi
Dindik Jatim Tetapkan Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Shift
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
   

Dampak Kemarau Panjang, Petani Sayuran di Pasuruan Gagal Panen
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 23-10-2019 | 09:15 wib
Reporter : Abdul Majid
Pasuruan pojokpitu.com, Musim kemarau tahun ini sangat dirasakan oleh petani sayuran di Pasuruan, air dari saluran pengairan yang biasanya masih mengalir untuk saat ini mati. Akibatnya tanaman sayuran yang seharusnya sudah berbuah dan panen mati, dengan musim kemarau yang panjang ini petani rugi jutaan rupiah.

Seperti kondisi tanaman kacang panjang dan tomat milik Satemen warga Madulegi Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, yang mengering akibat tidak adanya aliran air yang mengalir di irigasi persawahan.

Tanaman kacang panjang dibiarkan mengering, padahal usia tanaman kacang panjang seharusnya sudah berbuah dan tinggal panen. "Begitu juga tomat tinggal beberapa tanaman aja yang hidup namun kondisi rusak," kata Sateman.

Kemarau panjang pada tahun ini sangat dirasakan petani, dengan biaya tanam dan perawatan hampir Rp 3 juta yang dikeluarkan, tidak membuahkan hasil dan tanaman mati sehingga gagal panen.

Petani berharap pada pemerintah, agar bisa membangun irigasi dan menampung air hujan yang nantinya dapat dimanfaatkan pada musim kemarau seperti saat ini, agar petani nantinya bisa tetap bercocok tanam. (yos)

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  8 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  9 jam

Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Sosok  7 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber