Berita Terbaru :
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lapas Tulungagung Bebaskan Ratusan Narapidana
Pengalihan Arus Lalin Pengaruhi Konstruksi Jalan dan Jembatan
Pasokan Darah Berkurang, PMI Gelar Donor Darah di Mapolres Lumajang
Walikota Bongkar Warung Untuk Penataan Kawasan Sumber Umis
Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
   

Turnamen Sepak Bola Api Ramaikan Peringatan Hari Santri
Sepak Bola  Rabu, 23-10-2019 | 01:09 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Meramaikan peringatan hari santri nasional, Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Di Tulungagung, menggelar turnamen sepak bola api. Diikuti oleh puluhan tim dari berbagai pondok pesantren, pertandingan olahraga unik khas pesantren ini cukup menarik perhatian warga.

Selama empat hari terakhir, kompetisi sepak bola api digelar di lapangan pema Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Kompetisi olahraga unik yang diselenggarakan oleh pengurus gerakan pemuda ansor setempat ini, dalam rangka memperingati hari santri nasional, yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Dalam turnamen sepak bola api yang telah dua kali digelar ini, diikuti oleh 24 tim dari berbagai pondok pesantren di Tulungagung. Dengan menggunakan sistem gugur, kompetisi sepak bola api ini cukup menyedot perhatian warga sekitar. Mereka tampak antusias menyaksikan para santri bertanding, berebut bola api yang berkobar untuk dimasukkan ke gawang tim lawan. 

Ketua GP Ansor Kecamatan Ngunut, Asrori, yang menjadi panitia mengatakan, peraturan dalam sepak bola api ini merujuk pada aturan pertandingan futsal. Masing-masing tim dengan jumlah pemain sebanyak 5 orang. 

"Hanya saja dalam bermain sepak bola api ini, para pemain harus bertelanjang kaki. Sedangkan bola yang digunakan, terbuat dari buah kelapa yang direndam dalam solar. Saat menendang bola api, diperlukan teknik yang sedikit berbeda dari bermain bola biasanya, agar kaki tidak mengalami cidera," kata Asrori.

Selain untuk meramaikan peringatan hari santri, turnamen sepak bola api ini, juga sebagai ajang silaturahmi antar santri. Sementara untuk mengurangi resiko kaki terbakar terkena bola api, sebelum bertanding para pemain mengolesi kaki masing-masing menggunakan minyak goreng. (yos)

Berita Terkait

Lima Santri Mandi di Sungai, 1 Tewas

Peringatan Hari Santri Nasional Menjadi Kunjungan Pertama Wapres ke Jatim

PC Ansor Situbondo Bersholawat Tradisi Merawat Islam Ahlussunnah Waljamaah

Tantangan Santri Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Berita Terpopuler
Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  6 jam

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat
Peristiwa  4 jam

Walikota Bongkar Warung Untuk Penataan Kawasan Sumber Umis
Peristiwa  3 jam

Pasokan Darah Berkurang, PMI Gelar Donor Darah di Mapolres Lumajang
Rehat  2 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber