Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Tempo Doeloe 

Dawetan, Ritual Keduk Sumur Kramat Sunan Bejagung
Rabu, 23-10-2019 | 00:10 wib
Oleh : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Tradisi unik dilakukan warga di Kabupaten Tuban, warga mengggelar ritual keduk sumur, untuk membersihkan dasar sumur di kompleks pemakaman Sunan Bejagung Lor.

Usai membersihkan dasar sumur, ratusan warga berkumpul disekitar sumur tua, untuk mengelar tasyakuran dawetan. 
Tradisi unik warga desa bejagung, kecamatan semanding, kabupaten tuban. Mereka menggelar ritual keduk sumur kramat, di kawasan komplek makam Sunan Bejagung Lor. 

Tradisi ini, diawali dengan membakar sesaji lalu membersihkan dasar sumur, oleh ahli waris keturunan mbah pamor, si pembuat sumur di zaman sunan bejagung.

Tradisi turun temurun ini dilakukan dua tahun sekali sejak tahun 1841 masa sunan bejagung. Ritual keduk sumur dilakukan, untuk menjaga sumber sumur serta kebersihan sumur. Uninkya lagi, sebelum ritual dimulai, dasar sumur yang dipenuhi air berangsur-angsur surut dan airnya kemudian menghilang.

Dalam pembersihan sumur kramat tersebut, selain lumpur serta daun dan ranting pohon, juga banyak ditemukan uang koin pecahan lima ratus hingga seribu rupiah. Uang koin tersebut sengaja dilempar oleh para peziarah, yang menyakini akan membawa keberkahan. Benda-benda tersebut kemudian diangkat dari dasar sumur, agar sumur kembali bersih dan dapat dimanfatkan warga sekitar, maupun peziarah.

Acara ditutup dengan tradisi dawetan, atau tukar nasi dan minuman dawet oleh warga desa setempat. Acara ini merupakan simbol guyup rukun warga, untuk menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat. Dalam dawetan ini, setiap warga memberi dan menerima agar komunikasi dan kerukunan bermasyarakat tetap terjaga. Setelah doa dibacakan oleh sesepuh desa, makanan serta dawet itu jadi rebutan warga, yang ingin mendapatkannya untuk di minum maupun di bawa pulang.

Menurut Kepala Desa setempat, Aang Sutam, sumur ini merupakan peninggalan Syekh Maulana Abdullah Asyari sunan bejagung. Warga dan para peziarah percaya, air sumur tersebut membawa karomah atau khasiat, untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti penyakit kulit, gatal-gatal, hingga penyakit dalam.
 
Setiap harinya, lebih dari seratus orang datang untuk berziarah ke makam sunan bejagung lor ini. Tradisi ini dipandang perlu, selain untuk melestarikan peninggalan Sunan Bejagung juga untuk menjaga air sumur agar terus dapat dimanfaatkaan warga. (yos)

Berita Terkait


Dawetan, Ritual Keduk Sumur Kramat Sunan Bejagung


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber