Berita Terbaru :
Pemkab Minta Bumdes Selaku Penyedia Beras Agar Selalu Jaga Mutu
Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Mangkir Jaga Check Poin, PNS Nyabu Ditangkap
Setan Sembunyi
Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Tukang Sablon Pakai Ganja Selama Empat Tahun Jalani Persidangan Online
Ratusan Warga Arak Pasien Covid Sembuh Keliling Kampung
Populer di Play Store, Aplikasi Anti-China Sudah Dihapus Google
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Penjualan Moge Anjlok, Triumph Rumahkan 400 Karyawan
Amankah Makan di Luar Rumah Saat Pandemi Corona?
Total 1.300 Calon Jamaah Haji Asal Tuban Gagal Berangkat
Miliki Bondet, Seorang Pria Lumajang Ditangkap Polisi
Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
   

Dawetan, Ritual Keduk Sumur Kramat Sunan Bejagung
Tempo Doeloe  Rabu, 23-10-2019 | 00:10 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Tradisi unik dilakukan warga di Kabupaten Tuban, warga mengggelar ritual keduk sumur, untuk membersihkan dasar sumur di kompleks pemakaman Sunan Bejagung Lor.

Usai membersihkan dasar sumur, ratusan warga berkumpul disekitar sumur tua, untuk mengelar tasyakuran dawetan. 
Tradisi unik warga desa bejagung, kecamatan semanding, kabupaten tuban. Mereka menggelar ritual keduk sumur kramat, di kawasan komplek makam Sunan Bejagung Lor. 

Tradisi ini, diawali dengan membakar sesaji lalu membersihkan dasar sumur, oleh ahli waris keturunan mbah pamor, si pembuat sumur di zaman sunan bejagung.

Tradisi turun temurun ini dilakukan dua tahun sekali sejak tahun 1841 masa sunan bejagung. Ritual keduk sumur dilakukan, untuk menjaga sumber sumur serta kebersihan sumur. Uninkya lagi, sebelum ritual dimulai, dasar sumur yang dipenuhi air berangsur-angsur surut dan airnya kemudian menghilang.

Dalam pembersihan sumur kramat tersebut, selain lumpur serta daun dan ranting pohon, juga banyak ditemukan uang koin pecahan lima ratus hingga seribu rupiah. Uang koin tersebut sengaja dilempar oleh para peziarah, yang menyakini akan membawa keberkahan. Benda-benda tersebut kemudian diangkat dari dasar sumur, agar sumur kembali bersih dan dapat dimanfatkan warga sekitar, maupun peziarah.

Acara ditutup dengan tradisi dawetan, atau tukar nasi dan minuman dawet oleh warga desa setempat. Acara ini merupakan simbol guyup rukun warga, untuk menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat. Dalam dawetan ini, setiap warga memberi dan menerima agar komunikasi dan kerukunan bermasyarakat tetap terjaga. Setelah doa dibacakan oleh sesepuh desa, makanan serta dawet itu jadi rebutan warga, yang ingin mendapatkannya untuk di minum maupun di bawa pulang.

Menurut Kepala Desa setempat, Aang Sutam, sumur ini merupakan peninggalan Syekh Maulana Abdullah Asyari sunan bejagung. Warga dan para peziarah percaya, air sumur tersebut membawa karomah atau khasiat, untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti penyakit kulit, gatal-gatal, hingga penyakit dalam.
 
Setiap harinya, lebih dari seratus orang datang untuk berziarah ke makam sunan bejagung lor ini. Tradisi ini dipandang perlu, selain untuk melestarikan peninggalan Sunan Bejagung juga untuk menjaga air sumur agar terus dapat dimanfaatkaan warga. (yos)

Berita Terkait

Dawetan, Ritual Keduk Sumur Kramat Sunan Bejagung
Berita Terpopuler
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  4 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  2 jam

Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
Peristiwa  11 jam

Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber