Berita Terbaru :
1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
5 Bulan Jumlah Penderita HIV/AIDS di Madiun Mencapai 26 Orang
Bahu Jalan Raya Ranuyoso Ambrol
Pasien Positif Corona di Pacitan Bertambah Saat Persiapan Skema New Normal
Dinsos Perketat Seleksi Penerima Bantuan di Masa Pandemi
Usai Kegitan Pelantikan Pengawas Dindik Provinsi Jatim, 4 Kepsek di Pacitan Akan Jalani Swab
Masyarakat Buka Dapur Umum Bagi Keluarga Pasien Terkonfrim Positif Covid 19
Ada 1646 Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Gagal Berangkat
Aniaya Sopir, Petugas Amankan Belasan Anak Punk
Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Tak Pakai Masker, Sejumlah Pemuda Dihukum Hafalkan Pancasila
Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Sebanyak 12 Warga Desa Giripurno Positif Covid-19
Komplotan Begal Belasan TKP Ditangkap, Rata-Rata Pelaku Masih di Bawah Umur
Kasus Positif Covid di Jatim, Sebanyak 1,75 Persen Pasien Balita
   

Santri Menghadapi Perkembangan Teknologi Informasi di Era Globalisasi
Peristiwa  Selasa, 22-10-2019 | 20:15 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Ratusan santri dan ASN lingkungan Pemkab Kabupaten Situbondo, menggelar upacara peringatan hari santri nasional 2019, di era globalisasi dan perkembangan teknologi, santri harus terus menikuti perkembangan jaman sekarang. Media sosial mejadi peran penting yang jaris disikapi dengan bijak.

Bertempat di Alun-Alun Kota Situbondo, ratusan santri dan ASN lingkungan Pemkab Situbondo, mengikuti upacara peringatan hari santri nasional 2019. Berbeda dari upacara lainya, seluruh peserta upacara wajib memakai pakaian ala santri berupa sarung, pakaian gamis dan peci.

Bupati Situbondo,  Dadang Wigiarto, mengatakan, tantangan dalam menyipaki santri di era globalisasi memalui perkembangan teknologi informasi. 
"Konsistensi santri dalam pendidikan agama tak perlu diragukan, namun di era teknologi canggih santri tidak boleh ketinggalan," ujarnya.

Santri wajib bisa menyikapi manfaat dan dampak negatf di era teknologi yang semakin canggih. Penggunaan media sosal menjadi sorotan yang perlu di perhatian khusus.

"Jika santri sudah terjebak pemanfaatan media sosial yang menjerumuskan, efek ke depannya bisa mencoreng nama santri sendiri," kata Dadang Wigiarto. 

Pemerintah Daerah selama ini telah memberikan fasilitas kepada santri untuk pengembangan diri di bidang teknologi dan informasi. Diharpakan , fasilitas tersebut digunakan secara bijak. (yos) 

Berita Terkait

Lima Santri Mandi di Sungai, 1 Tewas

Peringatan Hari Santri Nasional Menjadi Kunjungan Pertama Wapres ke Jatim

PC Ansor Situbondo Bersholawat Tradisi Merawat Islam Ahlussunnah Waljamaah

Tantangan Santri Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  5 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  2 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  2 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  7 menit



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber