Berita Terbaru :
Polisi Perketat Akses Masuk Perumahan Surabaya
Pengedar Sabu Jaringan Lapas Dibekuk Polisi
Balon Udara Ditemukan Jatuh di Atas Rumah Warga Magetan
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang Kembali Sampai 9 Juni 2020
Pakar Komunikasi Unair Menilai PSBB Kurang Efektif
Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Kabar Gembira, 17 Dari 77 Pasien Corona di Kabupaten Probolinggo Sembuh
Ibu Ini Ngamuk Ngamuk Jalannya Diportal, Begini Ceritanya
Data Terbaru Kasus Covid 19 Masih Ada Tambahan 479 Orang
Wisatawan Dipinggir Jalan Pacet Cangar Dibubarkan Petugas
Tidak Pernah Putus Asa, 17 Tahun Kiai Ini Berdakwah Tanpa Jamaah
Selama Lebaran Terminal Bayuangga Lumpuh
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
   

Semangat Nizar Penyandang Hydrocepalus Ciptakan Lagu Religi
Sosok  Selasa, 22-10-2019 | 17:38 wib
Reporter : Amar Bahri
Surabaya pojokpitu.com, Keterbatasan fisik dan intelegensia tidak menjadi penghalang bagi Mohammad Nizar, meski menyandang tuna grahita atau hydrocepalus dia mampu berkarya dengan membuat album religi meski dengan segala keterbatasannya.

Muhammad Nizar Rabbani, putra dari pasangan suami istri Erma Suryani dan Muhammad Amaluddin warga Gresik Jawa Timur. Nizar awalnya terlahir normal, namun sebulan pasca kelahirannya Nizar mengalami kelainan dan divonis dokter mengidap hydrocepalus atau pembesaran kepala. 

Pasca operasi Nizar sempat tidak sadar selama dua hari, hingga akhirnya dia harus keluar masuk rumah sakit sampai usia lima bulan. Nizarpun baru bisa belajar duduk dan berinteraksi di usia tujuh tahun.

Melihat kekurangan yang dimiliki anaknya, Amaluddin dan istrinya berinisiatif mengajarkan musik dan nyanyian, saat diberi musik dan nyanyian Nizar memberikan respon yang positif dan mulai menggerakkan tangan dan kakinya.

Nizarpun akhirnya memainkan sendiri keyboard yang dibelikan ayahnya. Tidak hanya itu, Nizar juga disekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sudah beberapa kali mengikuti pelatihan khusus untuk anak SLB.

Akhirnya Nizar bisa memainkan alat musik keyboard meski dengan segala keterbatasannya. Kini Nizar sudah berusia 22 tahun dan sudah mendapatkan sejumlah penghargaan serta memiliki dua group album religi.

Kini Nizar sudah tumbuh percaya diri. Bahkan dia kerap menjadi pengisi acara dalam event event besar, seperti peringatan hari Kemerdekaan RI.(end)

Berita Terkait

Semangat Nizar Penyandang Hydrocepalus Ciptakan Lagu Religi
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  8 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  10 jam

Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Peristiwa  6 jam

Akhir PSBB Tahap Dua, Jumlah Pelanggaran Masih Tinggi
Metropolis  3 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber